Album penuh perhitungan Denisa

Salah satu hal yang paling saya nantikan di 2021 ini adalah dirilisnya debut album penuh Denisa, penyanyi asal Jakarta. Sejak mendengarkan EP Crowning di 2019, intuisi saya mengendalikan rasa ketertarikan yang berlebihan pada karya-karyanya. Menjelaskan intuisi selalu tidak pernah mudah. Tapi, karakter vokal dan sinyal kencang fuck you attitude yang dikandung oleh karya-karya di EPContinue reading “Album penuh perhitungan Denisa”

Advertisement

Future Folk vol. 01: 23 Juli 2016

Semesta memberi jalan. Tanggal 23 Juli 2016 mendatang –ya, hari Sabtu yang akan datang— saya kembali bekerja sama dengan IFI Jakarta untuk menyelenggarakan sebuah pertunjukan musik. Ini merupakan kali keempat kami bekerja sama. Sebelumnya, menyelenggarakan pertunjukan Sore, Polka Wars dan Mocca. Yang ini, sedikit berbeda. Saya memulai sebuah seri baru, namanya Future Folk vol. 01.Continue reading “Future Folk vol. 01: 23 Juli 2016”

Hela, Si Pembuka Jalan

Satu lagi anugerah Tanah Maluku yang menyeruak dengan karya yang bagus. Ia menambah pilihan legit di liga penyanyi perempuan yang keren. Namanya Grace Sahertian. Pendatang baru. Baru merilis debut album berjudul Hela. Kata Sahertian di belakang nama depannya adalah penanda yang tidak bersayap; perempuan ini punya darah Maluku, salah satu pulau produsen manusia-manusia bersuara merduContinue reading “Hela, Si Pembuka Jalan”

Jejak Homicide

Durasi hidup, di dalam kasus Homicide, tidaklah panjang; 1994-2007. Buah karya pun tidak banyak. Belasan tahun yang mereka napasi, diisi dengan banyak kegiatan aktivisme yang seolah membuat musik menjadi tidak berada di garis depan. Musik jadi sekunder, isu jadi premier. Homicide, di umur pendeknya, secara gamblang memberikan contoh nyata bagaimana kolektif yang bersatu atas namaContinue reading “Jejak Homicide”

Dari AriReda – Still Crazy After All These Years Tour 2016: Jakarta dan Malang

Saya sedang berada di dalam sebuah perjalanan tur bersama AriReda. Akhirnya bergulir juga rencana yang ini. Ada dua tulisan cerita di balik layak. Versi saya ada di sini. Dan versinya Reda Gaudiamo ada di sini. Keduanya menjelaskan bagaimana kami bisa menjalankan sebuah tur. Pertunjukan pertama, dengan sadar memang sengaja dimulai di kota kami tercinta, Jakarta.Continue reading “Dari AriReda – Still Crazy After All These Years Tour 2016: Jakarta dan Malang”

Tur, bersama AriReda

Kawazu, kota di luar Tokyo, Februari 2016. Saya kehilangan fokus di dalam sebuah perjalanan keluarga. Bunga Sakura yang mulai bermekaran seolah kalah menarik dengan sebuah tawaran yang masuk lewat salah satu pesan Whatsapp yang diterima. Pengirimnya adalah Anitha Silvia, seorang kawan asal Surabaya. Kami berurusan dalam beberapa hal. Yang kali ini kapasitasnya sebagai penyelenggara acara.Continue reading “Tur, bersama AriReda”

Another Night to Remember: The Upstairs X Goodnight Electric di A Create Jakarta 2016

“Oomleo masih di Gojek katanya barusan,” kata Gepeng, manajer Goodnight Electric pada Jimi Multazham dan Henry Foundation (Batman) yang duduk bersama sejumlah orang di ruangan depan Beatspace Studio di bilangan Kemang, Jakarta Selatan. Waktu sudah menunjukan pukul 21.40-an, nyaris dua jam sejak waktu latihan The Upstairs X Goodnight Electric dijadwalkan. Para personil Goodnight Electric memangContinue reading “Another Night to Remember: The Upstairs X Goodnight Electric di A Create Jakarta 2016”

Toko Musik dan Soundstage

Jika sebelumnya, Toko Musik sudah mulai proses pengambilan gambarnya, maka sekarang giliran Soundstage. Keduanya adalah program yang digarap dengan napas merekam banyak talenta bagus di scene musik independen. Dua seri ini adalah produk awal hasil kolaborasi yang dihasilkan dari pekerjaan saya sebagai konsultan di Soundquarium, salah satu qube (semacam channel) di Qubicle. Apa itu Qubicle?Continue reading “Toko Musik dan Soundstage”

Capital: Sedih tapi Tidak Cengeng

Mereka yang curiga bahwa cinta long distance itu buat menderita, mungkin bisa menemukan jawabnya dengan bertanya pada lima lelaki yang bermain di bawah nama Kaveh Kanes; tiga orang personil dan dua sisanya pemain tamu. Mereka terpisah di tiga kota, Jakarta, Cirebon dan Jogjakarta. Band ini, mampu bertahan kendati jarak menjadi musuh. Klasik, kelas pekerja buatanContinue reading “Capital: Sedih tapi Tidak Cengeng”

Semiotika dan Ruang yang Mengubah Wajah Jambi

Ketika memutuskan untuk menulis tulisan ini, saya langsung teringat pengalaman pertama menjejakan kaki di Jambi. Kapal udara yang membawa saya, mendarat sedikit keras di landasan yang tidak panjang. Matahari bersinar terang. Kekagetan muncul karena kondisi pendaratan yang tidak sempurna. Ruko-ruko kemudian melintas di pandangan. “Kota ini tidak spesial,” ucap saya dalam hati. Judgemental memang, tapiContinue reading “Semiotika dan Ruang yang Mengubah Wajah Jambi”