Selesai dengan Soundquarium dan Youniverse

Ada awal, ada akhir. Dan dua ujung itu menyebalkan sekali kalau sudah terjadi dan jadi sesuatu yang sifatnya komplit. Dua puluh tujuh bulan bersama berakhir hitungannya pada 31 Juli 2018 kemarin. Ada banyak yang direkam, ada banyak yang dicatat. Tapi intinya, kisah bersama Soundquarium berakhir. Dua peran yang saya jalani selama ini, sebagai konsultan danContinue reading “Selesai dengan Soundquarium dan Youniverse”

Advertisement

002: Perpustakaan

Romantisme muncul ketika dua kaki melangkah dari gedung tua menuju gedung baru di bagian belakangnya. Tangga-tangga disusun untuk menjadi jembatan dari perasaan klasik ke megah. Ini perpustakaan yang baru diresmikan, di dalamnya ada masa depan dan banyak kemungkinan baru. Karenanya, Jakarta bisa berdiri sama tinggi dengan banyak kota dunia; ada simbol literasi yang menjejak denganContinue reading “002: Perpustakaan”

001: Orang-Orang Terbaik

Manusia Jakarta beroperasi pada level improvisasi yang besar. Semua hal yang sudah direncanakan sejak jauh hari, bisa saja berubah di menit-menit terakhir karena kondisi eksternal yang terjadi di depan mata. Misalnya saja, perasaan malas untuk beranjak dari rumah. Sudah kadung nyaman, makanya enggan pergi melangkahkan kaki keluar. Perasaan malas itu, toh tidak selamanya jelek. MengubahContinue reading “001: Orang-Orang Terbaik”

Orang Asing dan Ingat Madrid

Dua tahun yang lalu, di Madrid, saya diundang untuk makan besar bersama sejumlah orang yang statusnya asing. Ruang dan waktunya intens; orang-orang berkumpul membawa makanan masing-masing, tuan rumah mendominasi menu dan mengatur siapa harus makan apa dan bagaimana gilirannya. Silva Gracia Simanjuntak, seorang perempuan Batak dan teman baik, berjasa banyak membawa pengalaman ala bule iniContinue reading “Orang Asing dan Ingat Madrid”

Future Folk vol. 02: 15 Oktober 2016

Future Folk kembali lagi. Future Folk vol. 02 berlangsung hari Sabtu, 15 Oktober 2016. Venuenya masih sama: Auditorium IFI Jakarta yang terletak di kompleks Kedutaan Besar Prancis di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Seri ini, merupakan seri khusus yang baru diinisiasi beberapa bulan yang lalu. Idenya adalah membuat pertunjukan yang kompleksitasnya lebih sederehana ketimbang Bermain diContinue reading “Future Folk vol. 02: 15 Oktober 2016”

Sepuluh dan Dua Belas

Di kota ini, kita tidak menggunakan satuan jarak, melainkan waktu. Ia lebih akurat. Karena jarak seringkali tidak masuk akal. Terlalu banyak faktor yang bisa memengaruhi hitungan akhir. Seringkali pula, membuat bebal dan kesal. Di Jakarta, hidup perlu untuk diakali. Ia tidak pernah biasa. Jadi, ketika sebuah hari Minggu datang dan ada ruang kosong yang bisaContinue reading “Sepuluh dan Dua Belas”

Pertunjukan Dua Malam Merayakan Sapardi Djoko Damono bersama AriReda

Di akhir Juli 2016 kemarin, saya mengikuti workshop penulisan yang dibuat oleh Teater Garasi. Acara itu menjadi salah satu mata rangkaian tur mereka di Jakarta. Di salah satu sesinya, nama Bambang Bujono, seorang kritikus teater senior dijadwalkan memberikan materi. Di awal sesinya, alih-alih membuat sebuah pengantar yang kontekstual, ia membukanya dengan permohonan maaf. “Saya mohonContinue reading “Pertunjukan Dua Malam Merayakan Sapardi Djoko Damono bersama AriReda”

Future Folk vol. 01: 23 Juli 2016

Semesta memberi jalan. Tanggal 23 Juli 2016 mendatang –ya, hari Sabtu yang akan datang— saya kembali bekerja sama dengan IFI Jakarta untuk menyelenggarakan sebuah pertunjukan musik. Ini merupakan kali keempat kami bekerja sama. Sebelumnya, menyelenggarakan pertunjukan Sore, Polka Wars dan Mocca. Yang ini, sedikit berbeda. Saya memulai sebuah seri baru, namanya Future Folk vol. 01.Continue reading “Future Folk vol. 01: 23 Juli 2016”

Dari AriReda – Still Crazy After All These Years Tour 2016: Jakarta dan Malang

Saya sedang berada di dalam sebuah perjalanan tur bersama AriReda. Akhirnya bergulir juga rencana yang ini. Ada dua tulisan cerita di balik layak. Versi saya ada di sini. Dan versinya Reda Gaudiamo ada di sini. Keduanya menjelaskan bagaimana kami bisa menjalankan sebuah tur. Pertunjukan pertama, dengan sadar memang sengaja dimulai di kota kami tercinta, Jakarta.Continue reading “Dari AriReda – Still Crazy After All These Years Tour 2016: Jakarta dan Malang”

Tur, bersama AriReda

Kawazu, kota di luar Tokyo, Februari 2016. Saya kehilangan fokus di dalam sebuah perjalanan keluarga. Bunga Sakura yang mulai bermekaran seolah kalah menarik dengan sebuah tawaran yang masuk lewat salah satu pesan Whatsapp yang diterima. Pengirimnya adalah Anitha Silvia, seorang kawan asal Surabaya. Kami berurusan dalam beberapa hal. Yang kali ini kapasitasnya sebagai penyelenggara acara.Continue reading “Tur, bersama AriReda”