Value, The Other Festival, Holaspica, The Bedroom Gigs, Lalala

Di dalam sebuah kotbah minggu, ada sesuatu yang menempel. Gereja mengingatkan saya (dan jemaat yang lain yang hadir di situ) untuk berkarya di bidang apapun dengan value. Sesuatu yang digenggam di dalam kepala adalah jangkar yang membuat banyak hal yang terjadi. Pengingatan itu kemudian menjelma menjadi refleksi, akan apa yang terjadi di akhir tahun ini.Continue reading “Value, The Other Festival, Holaspica, The Bedroom Gigs, Lalala”

Advertisement

Calo

Salah satu yang tidak pernah bisa dipandang sebelah mata dalam bisnis hiburan adalah calo. Kadang menyebalkan, kadang super berguna. Yang lebih seru dan tidak boleh dilupakan, yang kita punya di Indonesia, sesungguhnya diimpor dari kebiasaan yang ada di barat. Inggris pun dunia percaloannya tidak kalah menarik. Bahkan untuk sekedar diperbincangkan. Di Liverpool Sound City 2017,Continue reading “Calo”

Memberi Nyawa pada Ruang

Setiap jengkal sisi DIY Space for London (DSFL) memberikan inspirasi luar biasa pada pemanfaatan ruang. Ia tidak bombastis, tidak canggih. Masih dikendalikan dengan nilai-nilai luhur kehidupan bernama hati nurani. Memberi nyawa pada ruang tidak pernah mudah. Apalagi menjalankannya dengan kolektivitas tanpa perlu mengedepankan kepentingan personal. Ada banyak ruang alternatif mampir ke dalam kisah saya. AdaContinue reading “Memberi Nyawa pada Ruang”

Ada Musik di Gereja

Pintu gereja dibuka. Bukan sebagai tempat keagamaan, tapi sebagai ruang yang menyerahkan tubuhnya untuk menyaksikan musik diperdengarkan kepada orang banyak. Setiap babak ditutup dengan tepuk tangan. Siang itu, saya pertama kali masuk ke Union Chapel, sebuah gereja tua yang juga populer sebagai venue pertunjukan di London. Beberapa band terkenal dan populer pernah main di sini.Continue reading “Ada Musik di Gereja”

Dari Inggris

Sudah terbukti dan teruji: Yang namanya keinginan itu bisa jadi kenyataan. Bahkan ketika ia pelan-pelan sudah dilupakan dan diletakkan di dalam kepingan memori yang jauh dari permukaan. Saya ingat peristiwa itu: Di kantor FFWD Records, Bandung. Kejadiannya sekitar pertengahan 2000-an. Kalau tidak salah 2006. British Council pada waktu itu menyelenggarakan International Young Creative Entrepreneur, sebuahContinue reading “Dari Inggris”

Future Folk vol. 01: 23 Juli 2016

Semesta memberi jalan. Tanggal 23 Juli 2016 mendatang –ya, hari Sabtu yang akan datang— saya kembali bekerja sama dengan IFI Jakarta untuk menyelenggarakan sebuah pertunjukan musik. Ini merupakan kali keempat kami bekerja sama. Sebelumnya, menyelenggarakan pertunjukan Sore, Polka Wars dan Mocca. Yang ini, sedikit berbeda. Saya memulai sebuah seri baru, namanya Future Folk vol. 01.Continue reading “Future Folk vol. 01: 23 Juli 2016”