Selesai dengan Soundquarium dan Youniverse

Ada awal, ada akhir. Dan dua ujung itu menyebalkan sekali kalau sudah terjadi dan jadi sesuatu yang sifatnya komplit. Dua puluh tujuh bulan bersama berakhir hitungannya pada 31 Juli 2018 kemarin. Ada banyak yang direkam, ada banyak yang dicatat. Tapi intinya, kisah bersama Soundquarium berakhir.

Dua peran yang saya jalani selama ini, sebagai konsultan dan produsen konten, selesai. Soundquarium –katanya— masih berjalan. Nahkodanya ganti. Rumahnya masih di Qubicle, tapi ke depannya akan langsung dikendalikan oleh si pemilik. Sebelumnya, ada Youniverse, perusahan yang mengelola isinya.

Kerjasama ini selesai karena arah bisnis yang berubah. Ketika diberitahu beberapa bulan yang lalu, seharusnya jadi siap. Tapi, yang namanya perpisahan, siapa sih yang bisa sepenuh-penuhnya siap?

Kembali melihat apa yang telah terjadi adalah sebuah perkara yang tidak kelar semalam. Saya mengenang kembali berbagai macam upaya merekam yang jadi dasar kerja tim ini. Kami –saya dan Tim Youniverse yang dikomandani oleh Dita Indah Nurmasari— bekerja dari sebuah titik tolak mencari tahu yang awalnya sedikit kabur.

Saya punya kemampuan memahami musik karena telah bermain di wilayah ini bertahun-tahun dan Tim Youniverse punya kemampuan teknis yang standarnya ala produksi televisi. Jadi, masing-masing dari kami punya kekuatan. Ketika itu disatukan, rasanya enak. Apalagi setelah dijalani, masing-masing orang di dalam tim kerja ini bisa mengembangkan hubungan dari sekedar kolega bisnis jadi teman personal yang ok diajak untuk tukar pikiran dan makan banyak. Intermezzo, kebanyakan dari kami punya perut buncit yang menandai hobi makan itu.

Lalu, yang juga jadi perekat adalah obyektif yang sama: Untuk mendokumentasikan sebuah pergerakkan masif yang terjadi di sebuah era. Tentu saja, masing-masing dari kami cari makan. Tapi, menyenangkan mengetahui dan menghidupi ide untuk mendokumentasikan itu sedari awal. Jadi, ketika dijalani proses cari makannya, hitungannya tetap bahagia karena punya tujuan yang lebih besar ketimbang sekedar bekerja dan memenuhi kebutuhan.

Bekerja dengan obyektif yang terasa sama dan dengan cara kerja yang riang, ternyata membuat waktu berjalan cepat. Di dalam perjalanannya, ada hal-hal yang harus kami lakukan walaupun tidak suka. Yang disukai, lebih banyak lagi.

Hal mewah yang dirasakan sepanjang durasi kerjasama itu adalah ruang untuk bisa bereksperimen membuat banyak hal jadi nyata. Soundquarium via Youniverse mendukung beberapa seri garapan Seri Bermain di Cikini yang saya jalankan. Selain ada dukungan finansial, juga ada dukungan perekaman gambar. Arsip berhasil dibuat.

Lalu, ruang untuk menulis banyak tentang band-band dan banyak peristiwa menyenangkan secara mendalam juga tersedia. Di semesta pribadi, itu membuat saya mengulik banyak sekali hal-hal baru dan dengan sendirinya menuntun untuk melihat pergerakan yang ada di luar generasi, milik mereka yang baru memulai karir. Itu harus disyukuri.

Untuk orang yang sudah berkiprah di urusan tulis-menulis selama lebih dari lima belas tahun, tetap punya akses informasi pada mereka yang baru memulai karir adalah suatu keuntungan yang tidak terkira nilainya. Apalagi jika masih diberi ruang untuk menyimak pergerakan pelan-pelan dan belajar menangkap gejala-gejala baru. Proses ini membuat saya tidak jadi orang lama sok tahu yang merasa paling sip tapi sebenarnya tidak relevan dari segi kegunaan. Haha.

Soundquarium dan teman-teman di Youniverse membuat saya punya kebebasan model begitu. Sepanjang waktu yang disebutkan di atas, saya menulis secara reguler selama dua puluh tiga bulan. Total ada dua ratus enam puluh artikel yang ditayangkan. Sekitar 90%, saya yang menulis. Jadi super produktif kan untuk hitungan waktu yang tidak sampai tiga tahun?

Soundquarium membuat saya jalan di jalur yang benar, sesuatu yang diinginkan sejak keluar dari kehidupan korporat dan berusaha sekuat tenaga mendedikasikan diri di musik. Kalau diingat, jalannya tidak mudah. Goyangan kiri-kanan banyaknya minta ampun; mulai dari ide yang kesalip karena tetangga jalan di luar jalur, rebutan akses, dipandang sebelah mata karena politik tetangga dan beberapa hal lain yang kalau diingat jadinya malah bikin ketawa sendiri.

Bukan apa, tapi kocak jadinya. Salah satu hal yang membuat saya berhenti kerja korporat adalah keluar dari politik kantor yang capedeh. Yang bermain politik gontok-gontokan, yang menang tetap perusahaan. Yang bermain politik bikin segala macam pertikaian, yang jaya perusahaan. Nah, sempat juga mampir sejumlah peristiwa politik, untungnya kami setia pada tujuan. Riak-riak kecil, okelah ditelan. Yang terpenting, bisa tetap di jalur dan berkarya.

Diomongin jelek, sudah biasa. Dianggap sebelah mata, toh kami yang tertawa di ujung cerita. Duh, jadinya emosional.

Kehilangan tidak pernah mudah. Kendati ia sudah dipersiapkan untuk ada sebelumnya. Perkara tiada, memang melengkapi sebuah proses. Tapi toh, tidak enteng untuk bisa keluar dari kedukaan yang ditimbulkan.

Tadi sore, tepat sebelum tulisan ini mulai dikerjakan, saya mampir ke kantor Youniverse untuk menandatangani urusan administrasi yang akan segera diselesaikan. Saya duduk bertiga bersama Vany Mitahapsari dan Andri Setianto –dua orang yang ada sejak awal bersama dengan Dita yang namanya disebut di awal tadi—. Setelah proses tandatangan selesai, kami ngobrol ngalor-ngidul. Kedua teman ini, nampak kalah. Mereka kehilangan bayi yang mereka lahirkan dan besarkan. Pemandangannya tidak enak. Tapi mau bagaimana lagi? Toh, keputusannya di luar tangan kami masing-masing.

Perjalanan diteruskan. Soundquarium dan Youniverse menjadi persinggahan yang menyenangkan. Karena urusan administrasi, tulisan-tulisan yang saya produksi selama kurun waktu itu, belum bisa dikumpulkan dan diterbitkan. Tinggal tunggu waktu saja sih, kata firasat di dalam diri.

Materinya aman, terdokumentasi dengan baik. Hanya perlu perubahan format saja jika kemudian nanti dibukukan. Ada niat besar untuk membuat kumpulan tulisan berjudul The Soundquarium Years.

Semoga terjadi. Cerita terus bergulir. Kehilangan dua hal penting dalam hidup dalam dua bulan berturut-turut sungguh tidak mudah; Juni saya kehilangan AriReda, di Juli, Soundquarium. 2018, adalah tahun yang tidak mudah.

Walau, banyak inisiatif baru juga menemukan jalannya untuk lahir dan jadi karya.

Ada awal, ada akhir. Terima kasih banyak Soundquarium dan Youniverse untuk potongan perjalanan yang menyenangkan dan membanggakan. (pelukislangit)

1 Agustus 2018
20.56
The Goods Cafe, Pacific Place
Citilink jalan ke Malang
Foto diambil oleh beberapa orang anggota tim

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s