Metronom

Ia datang lagi. Kenangan lama beralih wujud. Kembali. Sedari pagi lalu kemudian menyentuh malam. Waktu tidak terasa. (Menemani) rekaman. Hal-hal bagus memang menghampiri, untuk kemudian bisa kembali ke titik ini. Melihat dan mendengar dari dekat adalah keberuntungan. Bahaya memang kalau kualitas sudah dipendam dan dipupuk sejak puluhan tahun yang lalu. Sekalinya keluar, cenderung tidak bisaContinue reading “Metronom”

Advertisement

Bintaro

Jarak dan waktu memang menantang. Untuk tidak menjadi orang kebanyakan, perlu putaran otak ekstra untuk mengakalinya. Tapi, selalu bisa. Jakarta ada untuk ditaklukan, bukan untuk dikeluhkan. Selalu seperti itu. Bentangan jarak yang ‘hanya’ dua belas kilometer itu, bisa selalu ditempuh dalam durasi perjalanan yang normal. Berangkat kencan pukul 18.00. Naik motor, parkir di stasiun. LanjutContinue reading “Bintaro”

Pertunjukan Dua Malam Merayakan Sapardi Djoko Damono bersama AriReda

Di akhir Juli 2016 kemarin, saya mengikuti workshop penulisan yang dibuat oleh Teater Garasi. Acara itu menjadi salah satu mata rangkaian tur mereka di Jakarta. Di salah satu sesinya, nama Bambang Bujono, seorang kritikus teater senior dijadwalkan memberikan materi. Di awal sesinya, alih-alih membuat sebuah pengantar yang kontekstual, ia membukanya dengan permohonan maaf. “Saya mohonContinue reading “Pertunjukan Dua Malam Merayakan Sapardi Djoko Damono bersama AriReda”

Future Folk vol. 01: 23 Juli 2016

Semesta memberi jalan. Tanggal 23 Juli 2016 mendatang –ya, hari Sabtu yang akan datang— saya kembali bekerja sama dengan IFI Jakarta untuk menyelenggarakan sebuah pertunjukan musik. Ini merupakan kali keempat kami bekerja sama. Sebelumnya, menyelenggarakan pertunjukan Sore, Polka Wars dan Mocca. Yang ini, sedikit berbeda. Saya memulai sebuah seri baru, namanya Future Folk vol. 01.Continue reading “Future Folk vol. 01: 23 Juli 2016”

Thur

Jarak membentang. Kadang tidak sepadan dengan waktu tempuh yang seharusnya dijalani. Wajar menjadi kata sifat yang membingungkan. Parameternya terlalu cair, kadang segini, kadang segitu. Toh, memang ada fase-fase yang harus dijalani. Berbagi, membagi, dibagi dan terbagi menjelma menjadi tahapan berikutnya. Ada satu kebiasaan yang sudah seharusnya dimulai. Rutinitas lama yang kemudian menjadi berstatus “disesuaikan”. Jadilah,Continue reading “Thur”

Future Folk vol. 1 – June 2016

Folk adalah musik yang penuh dengan jebakan. Seketika, ia sangat mudah didengar. Seketika lainnya, ia membosankan karena gugusan nadanya bisa itu-itu saja. Ada yang lebih kuat dari melodi, yaitu kata-kata. Perlawanan adalah kata benda yang bisa menggerakan minat. Melawan apapun, menjadi pemberontak dalam kapasitasnya masing-masing. Jadi sangat berarti ketika mulai dibagikan kepada orang banyak. AtasContinue reading “Future Folk vol. 1 – June 2016”

Hela, Si Pembuka Jalan

Satu lagi anugerah Tanah Maluku yang menyeruak dengan karya yang bagus. Ia menambah pilihan legit di liga penyanyi perempuan yang keren. Namanya Grace Sahertian. Pendatang baru. Baru merilis debut album berjudul Hela. Kata Sahertian di belakang nama depannya adalah penanda yang tidak bersayap; perempuan ini punya darah Maluku, salah satu pulau produsen manusia-manusia bersuara merduContinue reading “Hela, Si Pembuka Jalan”

Bangun Pagi Bagian 899

Secangkir kopi diseduh pukul tujuh pagi. Kriyep-kriyep suasananya. Harus dihadapi, karena sesungguhnya hidup dimulai ketika langit masih pagi. Banyak yang bergegas. Petualangan mencari dimulai. Di dalam kasus domestik ini, membaca di pagi hari menjadi tantangan setelah sebelumnya bicara pada diri sendiri bahwa menjauhkan diri dari suplemen-suplemen digital adalah sebuah keharusan. Untuk sementara. Jadi, inilah bangunContinue reading “Bangun Pagi Bagian 899”

Sama-Sama Suka (What’s the Story) Morning Glory?

“All your dreams are made When you’re chained to the mirror on your razor blade Today’s the day that all the world will see…” (Oasis – Morning Glory) Sebuah album bagus, memang ditakdirkan untuk hidup selama-lamanya. Kalau di ranah pribadi, (What’s the Story) Morning Glory?-nya Oasis, masuk daftar itu. Album yang nomor satu malah. DiContinue reading “Sama-Sama Suka (What’s the Story) Morning Glory?”

Jejak Homicide

Durasi hidup, di dalam kasus Homicide, tidaklah panjang; 1994-2007. Buah karya pun tidak banyak. Belasan tahun yang mereka napasi, diisi dengan banyak kegiatan aktivisme yang seolah membuat musik menjadi tidak berada di garis depan. Musik jadi sekunder, isu jadi premier. Homicide, di umur pendeknya, secara gamblang memberikan contoh nyata bagaimana kolektif yang bersatu atas namaContinue reading “Jejak Homicide”