Future Folk vol. 02: 15 Oktober 2016

Future Folk kembali lagi. Future Folk vol. 02 berlangsung hari Sabtu, 15 Oktober 2016. Venuenya masih sama: Auditorium IFI Jakarta yang terletak di kompleks Kedutaan Besar Prancis di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. Seri ini, merupakan seri khusus yang baru diinisiasi beberapa bulan yang lalu. Idenya adalah membuat pertunjukan yang kompleksitasnya lebih sederehana ketimbang Bermain diContinue reading “Future Folk vol. 02: 15 Oktober 2016”

Advertisement

Sepuluh dan Dua Belas

Di kota ini, kita tidak menggunakan satuan jarak, melainkan waktu. Ia lebih akurat. Karena jarak seringkali tidak masuk akal. Terlalu banyak faktor yang bisa memengaruhi hitungan akhir. Seringkali pula, membuat bebal dan kesal. Di Jakarta, hidup perlu untuk diakali. Ia tidak pernah biasa. Jadi, ketika sebuah hari Minggu datang dan ada ruang kosong yang bisaContinue reading “Sepuluh dan Dua Belas”

Metronom

Ia datang lagi. Kenangan lama beralih wujud. Kembali. Sedari pagi lalu kemudian menyentuh malam. Waktu tidak terasa. (Menemani) rekaman. Hal-hal bagus memang menghampiri, untuk kemudian bisa kembali ke titik ini. Melihat dan mendengar dari dekat adalah keberuntungan. Bahaya memang kalau kualitas sudah dipendam dan dipupuk sejak puluhan tahun yang lalu. Sekalinya keluar, cenderung tidak bisaContinue reading “Metronom”

Bintaro

Jarak dan waktu memang menantang. Untuk tidak menjadi orang kebanyakan, perlu putaran otak ekstra untuk mengakalinya. Tapi, selalu bisa. Jakarta ada untuk ditaklukan, bukan untuk dikeluhkan. Selalu seperti itu. Bentangan jarak yang ‘hanya’ dua belas kilometer itu, bisa selalu ditempuh dalam durasi perjalanan yang normal. Berangkat kencan pukul 18.00. Naik motor, parkir di stasiun. LanjutContinue reading “Bintaro”

Di Dapur (Orang)

Dapur mungkin punya peran yang sakral untuk sebuah proses penciptaan. Di sanalah proses terjadi. Berbagai macam gontokan ide bertempur untuk menjadi sebuah wujud. Masing-masing orang punya cara kerja berbeda yang disusun berdasarkan pilihan cara yang cocok dengan selera pribadi. Jadi, sudah pasti tidak bisa disamakan standarnya. Memang, ada praktek-praktek yang jadi kebiasaan umum. Tapi kemerdekaanContinue reading “Di Dapur (Orang)”

Bangun Pagi Bagian 899

Secangkir kopi diseduh pukul tujuh pagi. Kriyep-kriyep suasananya. Harus dihadapi, karena sesungguhnya hidup dimulai ketika langit masih pagi. Banyak yang bergegas. Petualangan mencari dimulai. Di dalam kasus domestik ini, membaca di pagi hari menjadi tantangan setelah sebelumnya bicara pada diri sendiri bahwa menjauhkan diri dari suplemen-suplemen digital adalah sebuah keharusan. Untuk sementara. Jadi, inilah bangunContinue reading “Bangun Pagi Bagian 899”

Sama-Sama Suka (What’s the Story) Morning Glory?

“All your dreams are made When you’re chained to the mirror on your razor blade Today’s the day that all the world will see…” (Oasis – Morning Glory) Sebuah album bagus, memang ditakdirkan untuk hidup selama-lamanya. Kalau di ranah pribadi, (What’s the Story) Morning Glory?-nya Oasis, masuk daftar itu. Album yang nomor satu malah. DiContinue reading “Sama-Sama Suka (What’s the Story) Morning Glory?”

Ide

Yang diwariskan oleh sebuah pengalaman adalah percikan provokasi untuk membuat satu kenyataan baru. Seru rasanya bisa menemukan hal-hal seperti itu sepanjang perjalanan jauh dari tanah tempat tinggal. Setidaknya ada tiga pecahan yang berhasil dikumpulkan oleh kepala sepanjang dua minggu terakhir ini. Semuanya nampak seru, tapi memang ada satu yang lebih tajam ketimbang lainnya. Akhirnya, tersusunlahContinue reading “Ide”

Perpisahan

Yang namanya perjumpaan, pasti ditutup dengan perpisahan. Begitupula dengan kota yang ditopang oleh danau besar ini. Ia begitu setia menyapa pagi dengan pemandangan indahnya, tulus tanpa keinginan apa-apa. Pasrah. Pun sama ketika malam merenggut cerahnya. Atau hujan menganggu dengan tinggalan basahnya. Ia, pasrah. Kota ini kini punya status pergi untuk kembali. Ketika ingin lebih lambatContinue reading “Perpisahan”

Didominasi

Menyaksikan matahari pergi dari sebuah ruang yang hangat itu, rasanya mewah sekali. Ia tidak mahal, tapi mewah. Bisa jadi karena tidak muncul tiap hari. Suhu udara jatuh semakin dalam, ia menantang manusia-manusia yang coba bertahan melawannya jam demi jam. Di beberapa bagian, ia nampak begitu seksi. Sendi-sendi kaki telah bekerja begitu keras beberapa hari belakangan,Continue reading “Didominasi”