1996

*) Untuk Oscar Adhipoernomo Pengalaman pertama, katanya begitu membekas. Ia tinggal untuk waktu yang lama, bahkan permanen. Katanya juga, dibawa mati. Orang itu menghadirkannya. Di 1996. Kami pergi ke stadion, dengan tiket gratisan yang didapatnya. Masuk, di blok paling mahal, menyaksikan banyak pemain bintang berlaga. Nama-nama yang tadinya seliweran di depan mata, kini bisa diihatContinue reading “1996”

Pancing

Semuanya memang tentang pilihan. Yang didukung oleh selera yang dibentuk oleh perjalanan pengalaman. Ada sedikit campur tangan tanggung jawab di dalamnya. Jadilah siapa yang kamu hidupi hari ini. Mengobrol, selalu jadi hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Kata Pramoedya Ananta Toer di Bukan Pasar Malam, begini: “Mengobrol adalah suatu pekerjaan yang tak membosankan, menyenangkan dan biasanyaContinue reading “Pancing”

Batas Kota yang Berganti

Rasanya, tiada yang bisa mencuri momen dari genggaman yang ada di kepalan. Batas kota jadi saksi, ia berganti seiring majunya perjalanan. Satu demi satu bergiliran masuk mengisi cerita. Semua punya kemolekannya tersendiri. Ada ruang untuk diisi dengan gerutuan. Sebab mataharinya sama, tapi hasil prosesnya berbeda. Kenapa, kenapa dan kenapa? Seandainya kontrol juga ada di kepalan,Continue reading “Batas Kota yang Berganti”

Pagi (Lagi)

Tidak ada yang lebih menyenangkan ketimbang bangun pagi dengan energi yang terisi nyaris penuh setelah berjuang beberapa hari menyesuaikan diri dengan putaran waktu yang tidak familiar. Pagi, sekali lagi ada di sini. Tidak ada lagi mata memicing menatap tuan matahari yang memang punya kuasa penuh akan kehidupan. Tidak ada pertanyaan dasar, “Aduh, kapankah ini berakhir?”Continue reading “Pagi (Lagi)”

Bangun

Kota dibangun oleh orang-orang biasa, mereka yang percaya bahwa bir bisa menyelesaikan banyak persoalan. Jalan-jalannya jadi saksi, ada tawa yang terbengkalai, yang cepat terlupa. Ruas yang sama juga menjadi penanda bahwa perayaan hidup berjalan dengan normal. Hembusan udara yang menusuk seolah berperan menjustifikasi pertanyaan tentang apakah ini sudut perempatan yang harus dipilih untuk mencari jalanContinue reading “Bangun”

Langit

Pertanyaan yang pertama kali muncul, tanpa urutan produksi yang jelas, adalah kenapa ia gelap? Seperti gemuruh, ia menggulung dan menggunung. Jelas, banyak yang tidak sepakat atas wajah yang ia tampilkan. Tidak apa punya muka yang muram, bukan? Sesekali. Toh, ia tetap bergulir. Hanya tidak enak dilihat, tapi bukan berarti tidak enak untuk dijalani. Kosmopolitan ituContinue reading “Langit”

Melayani Ego

Di dalam sebuah perjalanan, kenyamanan menjadi salah satu perhatian utama. Jika keadaan tidak memaksa, pilihan biasanya menjadi banyak. Tentunya, ia keluar dengan berbagai macam konsekuensi yang harus dituntaskan di balik layar. Ada aksi dan reaksi. Dan ia mengikat. Melintasi benua dan laut yang terbuka luas adalah petualangan yang harus ditunaikan secara reguler. Suara-suara pemberitahuan dariContinue reading “Melayani Ego”

Di Dekat Pelabuhan

Ada pagi yang sedikit lebih santai hari ini. Ia belum tentu diperlukan, tapi bisa diperlakukan sebagai pilihan yang menyenangkan. Toh, kita semua mencintai pilihan yang lebih dari satu, bukan? Matahari bersinar dengan terang, terlalu terang. Angin bertiup dengan pelan, terlalu pelan. Kita tidak kemana-mana. Dan di seberang sana, puluhan derajat di sisi barat, pelabuhan berdiriContinue reading “Di Dekat Pelabuhan”

Dari AriReda – Still Crazy After All These Years Tour 2016: Jakarta dan Malang

Saya sedang berada di dalam sebuah perjalanan tur bersama AriReda. Akhirnya bergulir juga rencana yang ini. Ada dua tulisan cerita di balik layak. Versi saya ada di sini. Dan versinya Reda Gaudiamo ada di sini. Keduanya menjelaskan bagaimana kami bisa menjalankan sebuah tur. Pertunjukan pertama, dengan sadar memang sengaja dimulai di kota kami tercinta, Jakarta.Continue reading “Dari AriReda – Still Crazy After All These Years Tour 2016: Jakarta dan Malang”