Langit

Pertanyaan yang pertama kali muncul, tanpa urutan produksi yang jelas, adalah kenapa ia gelap? Seperti gemuruh, ia menggulung dan menggunung. Jelas, banyak yang tidak sepakat atas wajah yang ia tampilkan.

Langit

Tidak apa punya muka yang muram, bukan?

Sesekali.

Toh, ia tetap bergulir. Hanya tidak enak dilihat, tapi bukan berarti tidak enak untuk dijalani. Kosmopolitan itu tetap bernapas. Ia punya kuasa, yang lain menyesuaikan diri.

Keluar adalah pilihan. (pelukislangit)

Haka Lodge, Auckland
10 Juni 2016
18.13

2 thoughts on “Langit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s