Felix Dass
-
Tantangan Atas Nama Inspirasi
Semua orang pernah kecil. Dan semua orang pernah (dan semoga selalu) ada di dalam fase mengawali mimpi dan menghidupinya. Kadang bisa berhasil, kadang jadi angan-angan kosong di siang bolong. Tapi…
-
Lagi-Lagi Ubud: Tentang Ubud Writers & Readers Festival 2014 dan Serangkaian Cerita di Sekelilingnya
Salah satu tempat favorit di muka bumi, pembahasan maraton tentang tulis menulis. Kunjungan ke Ubud kali ini, memulai sebuah tradisi tahunan dalam hidup saya. Di blog ini, ada satu tulisan…
-
Jejak Keresahan dan Negativitas Itu Bernama Footsteps
Ide-ide negatif tentang hidup bisa muncul kapan dan untuk siapa saja. Kemasan-kemasan duniawi ternyata tidak bisa mengendalikan arah perjalanan ke depan dengan absolut. Negativitas –kalau itu merupakan sebuah kata Bahasa…
-
Buat Robin Williams dan Dead Poet’s Society
Robin Williams pergi. Semua orang pasti pergi. Yang penting, apa yang ia tinggalkan untuk orang banyak, bukan? Salah satu warisannya berbunyi begini, “I stand upon my desk to remind myself…
-
Lari (Lagi, dengan Angle yang Beda)
Setelah enam bulan absen, saya mulai berlari lagi. Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa saya sudah berhenti berolahraga berbulan-bulan. Padahal, di dalam sejarah hidup saya, ini merupakan sebuah kebutuhan. Di…
-
Ketika Jokowi Bilang “Terima Kasih” Kepada Rakyat Biasa Seperti Saya
Apa yang membuat potret seorang pemimpin layak dipajang di dinding rumah? Dua orang penting dalam hidup saya di masa lampau, kakek kandung dan seorang nenek sepupu, memasang potret Soekarno di…
-
Buat Kenangan
21 Juli 2014
-
Perang Terhebat yang Kita Hadapi Setelah 1998
*) Untuk Joko Widodo dan fenomena Jokowi adalah kita Jakarta di malam hari, selalu bercahaya. Seperti biasa, lampu-lampu menjadi teman setia yang mengawal perjalanan pulang ke rumah. Kota ini bisa…
-
Setlist Berusia 14 Tahun
Setiap orang punya memori manis tentang masa remaja yang konon katanya merupakan masa paling indah di dalam perjalanan hidup seorang manusia. Kita bisa berjalan beriringan ke masa lalu dengan mentiriskan…
-
Selamat Pagi, Malam: Selamat Memahami Jakarta
Ini lagi-lagi tentang Jakarta. Saya belum kehabisan energi untuk menuliskan cinta yang begitu besar untuk kota ini. Saya baru saja menyaksikan Selamat Pagi, Malam, film Indonesia yang mendekati jenius. Ia…



