(REPOST circa 2006) Sebuah Era Pure Saturday Diakhiri: Selamat Jalan, Satria

*) Tulisan ini ditulis tahun 2006. Dipost ulang untuk mengingat sebuah memori lama tentang perpisahan yang pernah singgah di tubuh Pure Saturday. Iyo, pada kenyataannya tidak pernah meninggalkan band ini. Sekarang, pada saat tulisan ini dipost kembali, Udhi dan Adhi menyatakan berpisah dengan Pure Saturday. Patah hati. Selamat membaca. Sembilan belas lagu, aura sedih, performa…

Sempurna!

*) Catatan menyaksikan dua konser Belle and Sebastian *) Pada akhirnya tulisan ini dipost setelah mangkrak nyaris lima tahun Semenjak kedatangannya ke Asia Tenggara diumumkan, entah kenapa saya sudah punya feeling yang sangat kuat untuk pergi menonton pertunjukan Belle and Sebastian di Singapura. Padahal mereka juga main di Jakarta. Tapi, berhubung ini namanya tur reuni…

Mulai: Catatan untuk Buku Exile

Rosa Panggabean, seorang fotografer muda, memulai sebuah upaya mulia untuk meretas satu sisi sejarah yang terlupakan; mendokumentasikan kehidupan sejumlah eksil yang kini bermukim di Amsterdam, Negeri Belanda. Dalam sebuah perjalanan singkatnya, ia menguak tabir kisah di masa lalu yang penuh misteri dan lika-liku. Negeri Belanda, seperti yang ditemukan oleh Rosa Panggabean di dalam perjalanannya, kini…

Midnight Glory: Songs from the Same Frequency

Nama Oasis, sedang mati. Perselisihan antara Liam dan Noel Gallagher belum selesai. Padahal, keduanya butut ketika harus berkarya di luar tubuh agung Oasis. Semua fans menyadari itu. Beady Eye bubar setelah album keduanya berantakan di pasar. Noel Gallagher’s High Flying Birds sedang mempersiapkan album kedua yang akan dirilis bulan Maret mendatang. Tapi, bagaimana dengan perjalanan…

Home: Penyanggah yang Sementara

Mocca membuktikan kalau mereka bukanlah mitos masa lalu. Album Home yang merupakan album penuh keempat mereka setelah My Diary, Friends dan Colours, memberi penegasan bahwa mereka belum mati dan masih jadi salah satu andalan scene musik independen Bandung yang perkembangannya tidak menarik. Ada fakta masa lalu bahwa Bandung pernah menjadi pusat kehidupan scene musik independen…

Mencintai Jakarta (Dengan Jalan Kaki)

Spontanitas bisa membawa kita berjalan jauh, melihat hal-hal yang tidak pernah bisa diprediksi sebelumnya. Kejutan yang jadi sepaket dengannya, menghadirkan cerita yang baru dan tetap sederhana. Stasiun Gambir dan Jalan Sabang yang punya jarak 1.9 kilometer –menurut Google Maps— tadi malam menyadarkan (lagi) kalau Jakarta adalah kota yang indah untuk berjalan kaki. Pilihan jalan kaki, bukanlah…

Prank Bunga untuk IA

Ide ini muncul kemarin malam ketika saya duduk bersama dua orang teman, Satria Ramadhan dan Mawarsari Budhyono. Kami mengobrol setelah kelar menghadiri memorial untuk rekan-rekan sejawat. Kondisi sedih, tidak boleh terlalu lama dibiarkan. Sedih itu wajar, tapi ada kalanya ia harus diusir pergi ketika sudah tinggal terlalu lama. Berbekal keinginan itu dan kadar keisengan yang…