Midnight Glory: Songs from the Same Frequency

LG - Mitch Ikeda

Nama Oasis, sedang mati. Perselisihan antara Liam dan Noel Gallagher belum selesai. Padahal, keduanya butut ketika harus berkarya di luar tubuh agung Oasis. Semua fans menyadari itu. Beady Eye bubar setelah album keduanya berantakan di pasar. Noel Gallagher’s High Flying Birds sedang mempersiapkan album kedua yang akan dirilis bulan Maret mendatang.

Tapi, bagaimana dengan perjalanan ke masa lalu untuk mengenang sekaligus merayakan kehidupan agung Oasis? Ia selalu menyenangkan. Apalagi kalau dibagi beban perjalanannya dengan orang yang punya ketertarikan yang sama.

Oasis berjasa untuk orang banyak. Dan ketika ia dipergunjingkan lebih lanjut, efek keturunannya bisa melaju di luar kendali. Termasuk di dalamnya merancang sebuah ide iseng untuk bertukar pilihan dari sebuah kolam besar yang sudah diketahui isinya. Membatasi diri di angka lima belas dan kemudian menjadikannya sekumpulan lagu koleksi yang bisa diputar kapan saja.

Tidak ada urutan kronologis. Tidak ada aturan pasti. Semua, dipilih atas nama frekuensi yang sama. Sebuah kesepakatan untuk menyukai hal yang sama kendati berada dalam ruang dan waktu yang berbeda.

Oasis, oh Oasis. Kompilasi ini merupakan pilihan personal di sebuah tengah malam. Keberhasilan menyelesaikan ceritanya, merupakan sebuah kenyataan pahit; angka lima belas menjadi patokan dan banyak fragmen cinta yang terpinggirkan karenanya.

Tracklist:

01. Slide Away
Lagu cinta. Yang terlupakan. Slide Away merupakan komposisi tersembunyi yang sedikit kalah pamor kalau dibandingkan beberapa single yang ada di Definitely Maybe. Ia mencuri perhatian lewat gerungan konstan harapan yang bersinggungan dengan devosi akut. Perjalanan luar kota yang sepi dan kendaraan berkecepatan 60 km/ jam adalah latar belakang yang ideal. Bolehlah sesekali diimbuhi singalong yang disuarakan dengan volume kencang.

02. Lord Don’t Slow Me Down
Ode buat alam raya yang selalu jadi pendukung. Sekaligus merupakan lagu perlawanan untuk pandangan sebelah mata yang seringkali dikirim tanpa pernah pernah diduga. Pengirimnya bisa siapa saja.

03. Don’t Look Back in Anger
Dua kali saya menyaksikan Yang Maha Mulia Noel Gallagher melakukan trik diam sebentar di bagian belakang lagu untuk kemudian menyusul koor massal penonton di konsernya. Ia mengundang tangan terbentang, mata terpejam dan penyerahan jiwa dan raga pada notasi nada yang durasinya hanya beberapa puluh detik saja. Dua kejadian ini mungkin terjadi di masa lalu, tapi masa begitu saja saya harus melupakannya? Tidak sudi. Mereka adalah salah dua momen terbaik menyaksikan konser Oasis dengan mata kepala sendiri.

04. I Hope, I Think, I Know
Dari sekumpulan nada terbuang, tersembulah lagu ini. Empat menit darinya mengajarkan sebuah petuah penting; bahwa hidup harus dijalani dengan kerja keras. Masa lalu tidak terlalu berarti, masa depanlah yang jadi hitungan. Hidup tidak akan menunggu. Dan persoalan yang menanti adalah bagaimana membuat ingatan orang akan dirimu bertahan lama. Kerja keras, membawa kita mengembara ke ranah yang mungkin tidak akan dilupakan orang.

05. Rockin’ Chair
Pernah dan sering dilakukan: Volume maksimal, duduk di bangku sebelah kiri, Stadion Menteng, lampu merah yang lama. Waktu: siang hari, sepulang sekolah. Sejak itulah Rockin’ Chair mematenkan posisinya dalam hidup saya.

06. Stay Young
Saya waktu itu duduk di bangku sekolah menengah pertama. Jalan Sabang minta dikunjungi. Ada muka Liam Gallagher yang super songong di sebuah sampul hitam. Di sisi lain rekaman itu, ada lagu ini. Kemudian, ada bagiannya yang seketika menempel dan minta diulang terus menerus. Ia kemudian menjadi lagu tema. Sampai hari ini. Begini katanya: “Hey! Stay young and invicible. Because we know just what we are. And come what may, we’re unstoppable. Because we know just what we are.”

07. Let There Be Love
Kurang lebih seminggu pertama sejak versi bocorannya beredar di internet, saya memutarnya berulang di komputer kerja. Ia tanpa diminta lama, langsung menambah daftar instant classic Oasis di dalam hidup saya. Bagian Liam dan Noel Gallagher bergantian bernyanyi luar biasa bagus. Suatu masa, ketika harapan mengapung dengan tinggi, mendengarkan lagu ini dimainkan dari pengeras suara stadion saja senangnya bukan main.

08. Bonehead’s Bankholiday
Tidak adil rasanya membuat sebuah kompilasi Oasis tapi tidak memasukkan kisah Bonehead di dalamnya. Persis seperti karakternya, lagu ini merekam sosok penuh canda Bonehead yang bisa tergambar dengan jelas di sejumlah foto band di eranya. Visualisasinya sebagai badut, seolah diperkuat oleh lagu ini. Noel Gallagher bermain-main dengan vokalnya dan potongan lirik “Should’ve stayed in England” itu begitu khas.

09. Talk Tonight
Jakarta. Malam hari. Jalanan yang sibuk. Lampu-lampu yang berperang mencoba mencuri perhatian. Bising. Debu. Dua bangku kosong. Berbicara. Menatap mata. Angin ribut. Hujan deras. Jakarta. Malam hari. Waktu yang berjalan begitu cepat. Satu jam. Dua jam. Tiga jam. Empat jam. Empat setengah jam. Pulang.

10. Love’s Like a Bomb
Dari Don’t Believe the Truth. Kocokan gitar akustik yang sangat tebal di bagian depan lagu sangat menempel di kepala. Efeknya mirip seperti mendengarkan Some Might Say atau Cast No Shadow di masa lalu. Hanya saja, karena lebih catchy, lagu ini lebih menempel ketimbang dua lagu yang disebut lebih dulu tadi.

11. Sunday Morning Call
“You need more time. Because your thoughts and words won’t last forever more. And I’m not sure if it’ll ever work out right. But it’s ok, it’s alright.”

12. I’m Outta Time
Liam Gallagher menulis lagu ini. Ia pun menyanyikannya dengan sangat tulus. Masalahnya berat soalnya. Di album terakhir mereka, ini merupakan salah satu lagu yang nyangkut di saya. Penuh drama dari department lirik dan melodius di saat yang bersamaan.

13. To Be Where There’s Life
Juga dari Dig Out Your Soul. Ditulis oleh Gem Archer. Lagunya untuk Oasis yang paling saya sukai. Ada beat-beat puritan di dalamnya, sedikit tidak cocok dengan kerangka waktu ketika album ini dirilis. Dari sinilah kalimat Dig Out Your Soul berasal. Menunjukan sisi ngehe Oasis sebagai sebuah entitas bermusik, salah satu band terbaik di muka bumi.

14. Wonderwall
Hit terbesar. Penjelasan kalau kamu berani meninggalkan lagu ini: Kamu B-O-D-O-H.

15. Champagne Supernova
Selalu jadi penutup yang indah. Berapa orang spesial dalam hidup kamu yang akan tinggal dan tumbuh bersama melewati perjalanan usia? Berapa pula yang akan berganti cerita dan menikmati perubahan layaknya napas segar yang datang di pagi hari ketika terbangun oleh sambutan sinar matahari yang cerah?

(pelukislangit)

Rumah Benhil
24 Januari 2015
03.01
Buat UI

Gambar dicuri dari Mitch Ikeda.

One thought on “Midnight Glory: Songs from the Same Frequency

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s