Perjalanan yang Permanen

*) Buat Cirebon yang sebentar Seratus meter tidak ada artinya, apalagi dua ratus. Kaki bisa melangkah semaunya, hanya berhenti ketika ia memerintahkan pesan motorik untuk diam dan tidak lagi mengayun. Langit menjadi lebih biru. Padahal yang ditinggalkan di belakang tadi, sedang cantik-cantiknya. Jarak menjadi teman. Perjalanan yang permanen sedang dijalankan. Selalu ada yang pertama, yangContinue reading “Perjalanan yang Permanen”

Advertisement