RRREC Fest in the Valley 2015: After Movie Video

RRREC

Beberapa hari yang lalu, saya ngobrol dengan Thema Isriarti, seorang teman di ruangrupa yang jadi project officer untuk Radio of Rock Tour Serial 2 beberapa minggu yang lalu. Obrolannya ngalor-ngidul, tapi benang merahnya adalah mencari tahu kapan kewajiban saya di perjalanan itu harus ditunaikan.

Lalu dia tiba-tiba bilang, “Eh, Lix, gue udah mulai meeting RRREC Fest in the Valley lagi nih.”

Wow! Waktu berjalan cepat. Yang disebut tadi, adalah salah satu festival musik paling menyenangkan di Indonesia. Diselenggarakan di Tanakita, Sukabumi. Bertemakan alam, berisi band-band yang sesuai selera dan pengalamannya luar biasa seru.

Ia jadi pembuka jalan untuk banyak hal menarik yang sekarang terjadi di dalam hidup saya. Termasuk berkenalan dengan musik AriReda dan kemudian jatuh cinta setengah mati sehingga memutuskan untuk membantu mereka melakukan banyak hal menyenangkan ke depannya. Tapi, itu bisa jadi materi tulisan yang lain. Nanti deh.

Balik lagi ke RRREC Fest in the Valley, penyelenggaraan yang kedua bulan September 2015 yang lalu, sudah lumayan membuka pasar yang lebih luas. Ada banyak orang yang berada di luar lingkaran kami yang datang dan menghabiskan akhir pekan bersama-sama. Mungkin paham bahwa musik bagus bisa menembus banyak sekat demografi, benar juga.

Saya juga ingat sebuah pembicaraan dengan Dimas Ario, salah satu kurator program festival ini, tentang keberadaan tongsis.

“Wah, ini festival sah nih, keluar dari lingkungan kita, Mas. Lihat deh, itu udah ada yang bawa tongsis,” ujar saya padanya.

Keberadaan tongsis memang jadi barang langka di sekitar kami. Tapi, ketika benda najis itu hadir di RRREC Fest in the Valley 2015, berarti ada sebuah fakta bagus; festival ini memang keluar dari lingkaran sekitar anak-anak yang itu-itu saja.

Lalu kemudian ada video yang satu ini:

Video ini, merekam seluruh kesenangan yang terjadi sepanjang tiga hari di Bulan September itu. Suasana laid back, penuh kebahagiaan, bertindak di luar kontrol dan sejumlah hal-hal menarik lainnya, terjadi.

Catatan yang menarik untuk ditulis adalah habisnya stok bir di malam pertama. Padahal, masih ada dua hari lagi penyelenggaraan festival. Bukan karena panitia salah mengkalkulasi potensi penjualan, tapi memang semuanya jadi liar di malam pertama. Haha.

Selamat menonton. Nanti kalau sudah ada info tentang festival edisi tahun ini, pasti saya kasih tahu. Jangan sampai kelewatan. Tunggu bocoran dari Thema dulu. (pelukislangit)

Rumah Benhil
5 Maret 2016
13.12

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s