Album yang Ciamik, Akhirnya!

Sampai hari ini, Endah N Rhesa telah menghasilkan empat buat album. Rasanya macam-macam. Album paling baru, Seluas Harapan, menjadi penanda penting bagi karir mereka.

Endah N Rhesa - Seluas Harapan

Kalau pakai common sense, rasanya 99.9% orang yang menyaksikan penampilan panggung Endah N Rhesa di atas panggung, akan sepakat kalau mereka sangat-sangat-sangat bagus. Saya tidak bisa menemukan alasan untuk tidak kagum pada tindak-tanduk mereka di atas panggung.

Duo ini seolah tidak berasal dari bumi yang sama dengan orang-orang seperti kita –ya, saya dan kamu yang membaca tulisan ini—. Entah darimana energinya disuplai, tapi Endah N Rhesa yang di atas panggung adalah satu sosok kelompok musik yang seolah tidak pernah bisa selesai menciptakan keajaiban lewat aksi panggung mereka.

Mereka memulai cerita dengan organik; main dari satu panggung ke panggung lain, mengumpulkan basis massa, mengkover lagu orang untuk melengkapi repertoire sampai pada akhirnya menghasilkan album. Persoalan berikutnya menjadi makin kompleks dengan urusan membangun manajemen, mengelola basis massa yang telah terkumpul tadi dan kemudia menatap hari depan yang cerah di bisnis musik.

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil dari militansi mereka membentuk sebuah ekosistem bisnis yang sehat. Ketika banyak pengamat bilang industri musik perlu disadarkan karena perubahan telah datang, mereka cenderung santai dan menyikapi keadaan seperlunya. Yang mereka bina, adalah sinergi antara satu faktor dengan faktor lainnya. Untuk disebutkan beberapa diantaranya adalah kualitas panggung, pengelolaan hubungan dengan media, pengunaan social media, pembinaan klub penggemar, bikin bisnis sampingan berbasis musik dan sejumlah hal lain. Mereka tradisional dan mau belajar.

Endah N Rhesa adalah panutan untuk mereka yang ingin belajar bisnis musik yang mandiri dan cerah. Kendali ada di tangan mereka dan semua bisa dikelola dengan sentuhan midas kolektif yang tidak main-main.

Tapi, kalau bicara rilisan, perlu empat album untuk membawa mereka sampai ke titik yang purna jika parameternya adalah karya. Album Seluas Harapan, karya mereka yang dirilis tahun 2015 ini, merupakan sebuah album yang dari depan ke belakang sangat enak untuk dinikmati dan diputar berulang-ulang.

Tiga album sebelumnya –sebagai album utuh— menurut saya tidak sepenuhnya mencerminkan keajaiban-keajaiban yang bisa mereka ciptakan di atas panggung. Persoalan klise mengelola energi live dan rekaman ada di buntut mereka. Padahal, rasanya, berbagai macam cara telah dicoba. Tapi kalau didengarkan berulang, tiga album sebelumnya semacam kurang maksimal. Beberapa punya efek membosankan kalau diputar utuh.

Senang menemukan jika jam terbang kemudian membawa mereka ke titik Seluas Harapan ini. Yang disajikan lewat lagu-lagunya mendekati keseharian mereka di atas panggung. Padahal, formulanya juga tidak banyak berubah; tetap ada lagu mellow, nyeleneh, cinta standar dan penulisan lirik yang sederhana kendati pengunaan bahasanya beda. Tiga album pertama didominasi oleh lagu berbahasa Inggris, sementara album Seluas Harapan ini kebalikannya; hanya ada satu lagu berjudul Bahasa Inggris –judulnya saja, liriknya Bahasa Indonesia—, sisanya menggunakan bahasa ibu.

Mereka menggunakan pendekatan yang berbeda dalam penciptaan lirik. Entah apa alasannya.

Seluas Harapan ini juga rasanya semacam kompilasi karya. Lagu-lagu di album ini dibangun dari beberapa materi lepas yang dihasilkan duo ini dalam beberapa tahun terakhir. Ada yang dari soundtrack atau berbagai album kompilasi lain. Ada penyelarasan produksi yang membuat seluruh lagu tidak terdengar belang satu sama lain. Proses ini –disadari atau tidak— membuat energi panggung sehari-hari mereka bisa terasa di keseluruhan tubuh album. Itu yang membuat saya sangat terkesan dan merasa bahwa ini merupakan album terbaik mereka sampai hari ini.

Lagu-lagunya enak dan jika dijahit jadi satu kesatuan, mereka menjelma menjadi sebuah album yang sangat bisa dinikmati berulang-ulang. Cocok untuk menemani saat-saat santai bertemankan minuman adiktif di sore hari yang cerah. Kendati beberapa bagian liriknya bertolak belakang dari pengertian standar akan kata cerah.

Sepertinya sih, dengan album yang model begini, karir mereka akan semakin melaju. Karena apa yang direkam dengan yang ditampilkan di atas panggung tidak jauh beda. Pertanggung jawaban secara umum kepada pendengar lebih gampang.

Untuk urusan kualitas rilisan, Endah N Rhesa naik kelas. Progresi di dalam karir bermusik, adalah milik siapapun. Bahkan untuk musisi sekelas mereka. Lagi-lagi mereka mengingatkan sebuah hal klasik: Proses belajar untuk jadi lebih baik bisa dimulai kapanpun dan oleh siapapun. (pelukislangit)

Rumah Benhil – 17 Desember 2015, 19.42
Kedai Tjikini – 18 Desember 2015, 18.13

2 thoughts on “Album yang Ciamik, Akhirnya!

  1. Dear Felix,
    Terima kasih atas kejujuran yang dirimu ungkapkan pada setiap tulisan-tulisanmu sehingga banyak sekali kejutan-kejutan yang mewarnai kehidupan bermusik kami. Semoga dirimu selalu sehat, bahagia, dan terus menulis dan memberikan inspirasi bagi setiap pembaca. Salute!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s