Jumpa Lagi dengan Dewa19

Saya dibesarkan oleh Dewa19. Album Format Masa Depan, merupakan album penuh pertama yang saya beli dengan uang sendiri. Itu terjadi tahun 1994.

Dewa19 - 2

Yang namanya rekaman pertama, pasti tidak pernah bisa dilupakan. Ia menempel di memori. Sampai hari ini, dua puluh tiga tahun kemudian, rasanya saya memiliki lebih dari empat kopi Format Masa Depan-nya Dewa19.

Album ini unik, kalau dipikir. Di jamannya, mereka berani keluar dengan banyak elemen eksperimen yang tidak biasa. Di era itu, bernyanyi dengan paduan suara bukanlah suatu hal yang lazim dilakukan di dalam sebuah rekaman. Tapi lagu Format Masa Depan –yang kemudian menjadi judul album ini— memilikinya.

Dewa19 - 3

Ketidakbiasaan ini mencuri perhatian. Yang ditawarkan oleh Format Masa Depan adalah sesuatu yang berbeda di jamannya. Musik Dewa19 berkembang jauh dari debut albumnya yang fenomenal beberapa tahun sebelumnya. Keputusan untuk melawan kebiasaan itulah yang membuat saya tertarik setengah mati.

Dengan lantang, ia menyuarakan larik-larik yang luar biasa inspiratif. Sesuatu yang masih saya anggap sebagai salah satu faktor penting yang membuat album ini bagusnya luar biasa.

Bunyinya begini:

“Kami kekuatan pada masa mendatang
Format masa depan, filter globalisasi
Alih teknologi
Kami orang muda yang kaya akan obsesi
Mobilitas tinggi, haus reformasi, hakiki…”

Bayangkan. Setting tahunnya 1994. Tiba-tiba, mereka menulis lagu tentang masa depan yang perlu disongsong oleh orang muda. Merinding kalau disambung dengan fakta pergolakan politik yang terjadi empat tahun kemudian di 1998. Dewa19, lewat lagu ini, sangatlah visioner.

Lagu Format Masa Depan ditulis oleh Ahmad Dhani. Sebagai seorang seniman, kemampuannya menangkap momen di masa itu, patutlah diacungi jempol. Ia membekas di diri orang-orang seperti saya. Dan ada banyak orang seperti saya. Mereka yang dipengaruhi oleh Dewa19 lewat inspirasi yang mereka berikan lewat lagu-lagunya di masa itu.

Sejarah mencatat betapa kisah Dewa19 berlanjut dengan indah. Album terbaik mereka, yang berjudul Terbaik Terbaik, mengikuti beberapa tahun setelah Format Masa Depan dirilis. Perjalanan menuju puncak seolah tidak punya penghalang. Mereka melaju dan selebihnya biarlah sejarah mencatat.

Dewa19 - 4

Dewa19, dengan berbagai macam sisi cerita yang mereka punya, adalah salah satu band paling penting di peta industri musik Indonesia.

Perjalanannya seolah melintasi waktu dan menjadi saksi bagaimana kaum pembaru mengambil ruang dan memberi alternatif yang menyegarkan. Mereka mengubah kebiasaan industri yang memberi porsi besar pada lagu menye-menye dan memaksa mereka menyisakan tempat pada progresi musik yang mampu menghadirkan kesan berbeda.

Di Terbaik Terbaik, Dewa19 merekonstruksi bagaimana lagu cinta harusnya ditulis dan disajikan. Dua single paling pentingnya, Cukup Siti Nurbaya dan Cinta ‘Kan Membawamu Kembali adalah anak kandung pembaruan yang layak dikenang sampai sekarang.

Cukup Siti Nurbaya memperkenalkan cara protes pada budaya kolot dengan sangat elegan. Ia mencampuradukan perlawanan dan level keromantisan lirik yang kalau dipikir, cukup keras.

Begini bunyinya:

“Oh… memang dunia, buramkan satu logika
Seolah-olah, hidup kita ini hanya ternilai sebatas rupiah
Dengarkan manusia yang terasah falsafah
Sesaat katanya, itu bukan dogma…”

Cinta boleh salah. Dan karenanya cinta jadi menarik. Pertentangan dengan orang tua, jadi hal yang diwajarkan oleh keadaan. Dan Dewa19 memotretnya dengan baik. Ia seolah menjadi suara bagi banyak orang yang terus menerus didera cobaan oleh keadaan. Ada banyak perasaan terwakili olehnya.

Cara protes yang keras juga menjadi inspirasi. Bahwa menjadi berbeda karena pilihan bisa ditempuh selama ada kepercayaan untuk menjalaninya.

Larik-larik yang indah itu, kalau diinterpretasikan dengan sudut pandang yang beda, juga bisa menjadi perwakilan dari berbagai macam keresahan pilihan pemuda akan apa yang mereka sukai. Cinta terbang tinggi dari sekedar kata benda untuk mengganti hubungan antar manusia menjadi sesuatu yang lebih universal dan membawa unsur pilihan untuk merdeka dengannya sebagai landasan yang kuat.

Format Masa Depan dan Terbaik Terbaik menampilkan Ari Lasso sebagai vokalis utama. Selain ia dan Ahmad Dhani, Dewa 19 di kedua album ini juga diperkuat oleh Erwin Prasetya di bas dan Andra Ramadhan di gitar. Masing-masing punya pengaruh kental yang tidak pernah bisa dilepaskan dari sejarah. Sisi drum diisi oleh Ronald Fristianto dan Rere, keduanya pemain lepas yang punya peran integral juga dalam perjalanan Dewa19 menuju puncak industri.

Beberapa tahun kemudian, formasi ini terceraikan oleh alam raya. Ari Lasso meninggalkan Dewa19 setelah album Pandawa Lima. Erwin Prasetya mengikutinya beberapa album kemudian.

Buat saya, ada bagusnya juga mereka berpisah. Pepatah lama bilang, kamu tidak tahu artinya sesuatu sampai kamu kehilangan. Itulah Dewa19 untuk saya.

Tahun berganti. Banyak peristiwa mampir dalam perjalanan personal. Tapi yang namanya dua album tadi, selalu punya tempat. Mereka selalu berputar dalam kemasan utuh, dari awal sampai akhir. Dari Aku Milikmu sampai Tak Ada Cinta yang Lain. Dari IPS sampai Jangan Pernah Mencoba.

Ada banyak sekali orang yang merasa bahwa perpisahan mereka itu patut disesali. Termasuk saya. Musiknya tetap ada di dalam hidup, tapi fisiknya sudah tidak lagi ada. Tidak bisa menyaksikan band yang kamu suka bermain live adalah sebuah penderitaan. Pengalaman tidak bisa dibawa ke level yang lebih dalam. Dan lagu-lagu yang diputar hanya bisa menghidupi kenangan. Buat saya pribadi, kondisi ini tidak ideal.

Tapi waktu rupanya menjadi obat yang ciamik. Kesetiaan untuk menunggu waktu reuni itu datang, berbayar sudah. Beberapa tahun belakangan, Dewa19 kembali bermain untuk orang banyak. Formasinya bisa berganti. Kadang Ari Lasso memimpin departemen vokal, kadang Once mengemban tugas itu.

Masing-masing penyanyi punya romansanya sendiri. Keduanya sama hebat. Karir Dewa19, menurut saya, bisa legendaris karena mereka berhasil membuat dua babak hidupnya sama kuat. Ari Lasso luar biasa berperan menancapkan kuku band ini di percaturan musik, sementara Once memanjangkan kuku tersebut dan menerabas banyak keraguan yang dilemparkan orang banyak akan kehadirannya. Ia punya nyali dan membuktikan kalau ia juga spesial.

Celaka dua belasnya, saya belum pernah menyaksikan reuni ini karena berbagai macam halangan yang muncul ketika kesempatan untuk melihat mereka bermain kembali ada untuk diraih.

Tahun ini, kesempatan menghampiri saya kembali. Soundrenaline 2015 akan membuat saya menyaksikan reuni Dewa19 untuk pertama kalinya. Banyak rasa penasaran bermain-main. Banyak antrian lagu yang ingin saya saksikan dengan mata kepala langsung.

Terutama single dari Terbaik Terbaik, Cinta ‘Kan Membawamu Kembali. Kalau boleh memilih lagu lepasan, yang satu ini jadi yang terfavorit dari era Ari Lasso. Semoga yang ini dimainkan nanti.

Secara personal, bisa menyaksikan mereka kembali bermain bersama dengan sendirinya membawa banyak kenangan manis kembali ke permukaan. Dan perjalanan mengenang itu, selalu menyenangkan, bukan?

Ini pengalaman yang tidak biasa. Menyaksikan festival dengan sederet penampil, bukanlah sebuah pengalaman baru. Tapi mengisinya dengan nama-nama yang punya kenangan masa lalu adalah sebuah pilihan tidak biasa yang mendobrak kebiasaan yang ada. Semoga, pengalamannya jadi spesial juga.

Dewa19 - 1

Saya sih, sudah siap. Mencari satu titik baik untuk menyaksikan mereka bermain. Tidak perlu paling depan. Tapi cukup lokasi yang pandangannya enak dan bisa teriak sekencang mungkin. (pelukislangit)

Felix Dass
Bintaro, Kebayoran Lama dan Tebet
13 Agustus 2015
Sebuah catatan penggemar berat Dewa19

One thought on “Jumpa Lagi dengan Dewa19

  1. Pingback: Menang Banyak bersama Dewa19 | Felix Dass and his journeys to see the world.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s