Tetap Resah, Tetap Melawan: Tentang Sunset di Tanah Anarki, Album Terbaru Superman Is Dead

Superman is Dead - Sunset di Tanah Anarki

“Nada arus utama yang kian menyakitkan, ambil alih gelombang untuk menyerang.”

Siapa band lokal yang berani menjual cd seharga Rp.75.000? Kemasannya tidak spesial, hanya menggunakan digipack biasa. Tidak direkam menggunakan teknologi Audiophile. Tidak ada bonus khusus. Dan tambahkan lagi, musiknya punk.

Cuma Superman is Dead yang punya nyali. Album ke-8 mereka yang berjudul Sunset di Tanah Anarki sudah beredar luas. Harganya mahal untuk ukuran cd lokal.

Saya merasa tidak perlu untuk mencari tahu kenapa harga cd ini mahal. Apakah memang ini policy bandnya atau si label. Tapi, urusan beradu dengan nyali selalu ada di dalam DNA Superman is Dead. Sunset di Tanah Anarki adalah album yang bagus.

Seperti biasa, mereka menghadirkan jumlah lagu yang serenceng; total ada 17 lagu di album ini. Tentu saja, tidak semuanya bagus. Tapi penempatan lagu bagus di album ini lumayan merata. Sehingga ketika kita bosan mendengarkan lagu-lagu yang hampir seragam, dihajar lagi dengan lagu bagus. Tidak membosankanlah pengalaman mendengarkan Sunset di Tanah Anarkinya.

Yang selalu menarik dari Superman is Dead adalah perlawanan yang tidak pernah usai akan kemapanan. Ini selalu bisa jadi menu yang sangat asyik untuk diolah. Jangan pernah lupa bahwa Sunset di Tanah Anarki adalah album ke-5 mereka bersama Sony Music Indonesia. Jadi, paham lama bahwa musik punk rock dan major label tidak bisa bersinergi, runtuh sudah. Buat Superman is Dead, itu sudah bukan lagi menjadi isu penting.

Kembali ke poin perlawanan, tema-tema people empowerement yang diusung oleh Superman is Dead rasanya tidak pernah usang dimakan waktu. Secara personal, buktinya sudah cukup. Efek mendengarkan lirik-lirik yang mereka teriakkan masih sama seperti ketika saya mendengarkan Bad Bad Bad, album mereka yang dirilis 11 tahun yang lalu atau Kuta Rock City yang dirilis 10 tahun yang lalu.

Lagu Kita Luka Hari Ini Mereka Luka Selamanya misalnya, punya nuansa yang sama dengan Musuh Sahabat dari album Kuta Rock City. Padahal keadaannya sudah beda; jika Kuta Rock City adalah pembuktian debut nasional mereka, maka Sunset di Tanah Anarki adalah sebuah produk dari band nasional yang sudah punya massa sangat besar.

Superman is Dead masih berkutat dengan isu yang sama. Dan ketika masih melawan, selama itu pula mereka masih menarik.

Kalau ditelaah lebih dalam, lagu-lagu ciptaan JRX lebih punya daya pikat yang kuat. Tanpa mengecilkan lirik tulisan Eka Rock –Bobby Kool rasanya tidak pernah menulis lirik, atau mungkin saya terlewat?— yang lebih hedonis, tulisan JRX tampak lebih ‘deep’ dan menyiratkan perlawanan yang konstan akan keadaan.

Saya terpesona pada single-single khas punk rock yang bisa dinyanyikan bersama-sama model Kita Luka Hari Ini Mereka Luka Selamanya, Sunset di Tanah Anarki atau Suara dalam Menara –yang juga masih penuh dengan kemarahan—.

Keresahan pada sekitarlah yang membuat mereka masih menyala dengan terang. Terlebih, pemilihan tema yang lugas juga jadi cara untuk menyampaikan keresahan tadi.

Keputusan untuk tetap bersuara lantang terhadap berbagai macam isu ketidakmapanan rasanya juga merupakan tanggung jawab permanen untuk seluruh pengikut mereka yang menemukan sosok super nyaman untuk dijadikan teman bertempur dengan dunia yang kejam.

Sunset di Tanah Anarki, secara sangat sederhana, adalah lanjutan dari komitmen itu. Harga mahal, sama sekali bukan masalah. Karena ini bukan tentang bagaimana uang diputar, tapi bagaimana uang bisa diposisikan sebagai hal sekunder untuk mendapatkan inspirasi abadi tentang perlawanan.

Alasan itulah yang membuat saya tetap membeli musik Superman is Dead sampai hari ini. Dan, lagu Kita Luka Hari Ini Mereka Luka Selamanya layak untuk masuk deretan lagu terbaik sepanjang masa Superman is Dead untuk saya. (pelukislangit)

6 November 2013
Wisma Soewarna – 16.37

*) Latihan menulis, memanaskan otak sedikit.

23 thoughts on “Tetap Resah, Tetap Melawan: Tentang Sunset di Tanah Anarki, Album Terbaru Superman Is Dead

  1. Bisa denger preview albumnya di mana ya Lix? bikin penasaran nih tulisan lo. Ngomong-ngomong harga, mungkin ga ya kalau dia memang iseng mau memfilter pendengar atau tes pasar. Soalnya itu hal yang bisa aja dilakukan band sekelas SID.

  2. Coba searching aja di google ada listnya gan. Kebetulan sebelum aku beli cdnya aku sudah dengar sample nya and so far so good karna sampai aku add to playlist di hp ku. Kerja bagus Superman is Dead memang selalu membuat inspirasi baik dalam kehidupan sehari-hari juga. Aku yang biasa membuang bungkus plastik dan rokok sembarang, sekarang bahkan tidak jarang mengingatkan teman temanku untuk buang puntung pada tempatnya. Suatu transfer energi nan positif dari band yang ber notabene punk!

  3. Thanks reviewnya guys,
    NOFX-nya indonesia ini masih tetap menjadi inspirasi bagi saya, suara serak geram ala bobby kool ga kalah sama fat mike, saya merasa bangga punya band punk yang masih bertahan sampai sekarang, di lagu burn the night juga ada suara yang mirip dengan vocalist rancid siapa ya…?

  4. Nice review, pemikiran-pemikiran band ini tidak ada habisnya sampai sekarang. Bisa dibilang ini album mereka yang paling komplek. Lirik yang tajam dibarengi dengan musik yang menggambarkan mereka sudah dewasa, tidak dijalur itu-itu saja. It’s punk !!

  5. We are OutSIDer. Kami bangga menjadi salah satu bagian SID. lirik menantang nan megah membuat para OSD dan LR Semakin bersemangat merubah dunia untuk lebih baik lagi.

  6. Memang terlalu mahal tp tu tdk menyurutkan niatku, aq lebih memilih menikmati,menghargai & merasakan keindahan-keindahan karya-karya mereka yang memang layak di acungi jempol uang bukanlah permasalahan tapi kepuasan itulah yang tak gampang di perjual-beli kan

  7. Lagu SID semuanya bagus dari awal album sampai sekarang. Untuk album Sunset di Tanah Anarki yg paling banyak lagunya semuanya menggetarkan jantung. Sunset di tanah anarki, water not war, kita adalah belati, forever love insane, jadilah legenda.
    Top untuk SID. Salam silang OUTSIDERS

  8. Jadi, paham lama bahwa musik punk rock dan major label tidak bisa bersinergi, runtuh sudah. Buat Superman is Dead, itu sudah bukan lagi menjadi isu penting.

    Menurut saya yang diusing punk mengenai major label bukan masalah bisa atau tidak tapi lebih ke masalah etos D.I.Y🙂

  9. Desing peluru tak bertuan, hari-hari
    yang tak benderang
    Setiap detik nyawa ini kupertahankan
    untukmu
    Alasanku ada di sini, dan parasmu
    yang kurindukan Di neraka kan kumenangkan, hariku
    bersamamu

    Dalam gelisahku menunggu, berita
    tentang gerilyamu
    Semerbak rindu kuasai udara panas
    ini
    Sepucuk surat telah tiba, dan senja
    pun ikut berdebar Kalimat indah dan kisahmu tentang
    perang dan cinta Kubasuh luka dengan air mata
    Oh hatimu beku, serta jiwamu yang
    lelah
    Tak henti lawan dunia dengan mimpi
    besar untuk cinta
    Dan jalanmu tuk pulang, di ujung waktu kan ada cahaya
    Itulah aku, raihlah mimpimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s