Menjadi Bahagia karena Alam Raya

Untuk Indonesia

Indonesia u19

Kebahagiaan itu belum menyurut. Cuplikan masih kental teringat dan menggenang dalam memori; kita semua punya nyali.

Tidak bosan, sepakbola mengemas wajah indahnya. Dua hari berlalu sudah saat tulisan ini ditulis, tapi rasanya masih ingin terus mengulang cerita ini. Sebuah pertandingan penting, kendati belum menghadirkan piala, yang ini layak masuk kategori classic match.

Indonesia menggulung Korea Selatan di Senayan, Jakarta, 3-2. Pertandingan itu berjalan dengan sangat intens. Semua rasa yang biasanya muncul di dalam sebuah pertandingan sepakbola sepertinya hadir malam itu; kata-kata kotor yang mengutuk kepemimpinan wasit, permainan bodoh dari sejumlah adegan salah yang diperagakan pemain di lapangan, rasa geregetan nyaris kejebolan atau malah angkuhnya tiang gawang yang menggagalkan bahagia. Sepakbola menjelma menjadi sebuah permainan alam raya yang elegan malam itu.

Sudah lama Indonesia tidak menghadirkan sebuah penampilan yang ciamik seperti malam itu. Pelakunya masih sama; anak-anak dan sekumpulan tim pelatih yang membawa kejayaan ke dalam pelukan untuk pertama kalinya dalam 22 tahun. Tim itu, kini diimbuhi oleh sejumlah pemain baru yang dirasa penting dijadikan sebagai amunisi tambahan oleh pelatih Indra Sjafri.

Tim Indonesia bermain dengan semangat luar biasa. Yang tidak absen pula malam itu adalah skema bermain yang dijalankan dengan komitmen tinggi, determinasi fisik yang luar biasa hebat dan hati yang digenggam dengan begitu erat.

Mata seolah tidak ingin mengedip melihat anak-anak muda ini memainkan sepakbola dengan perlakuan manis layaknya seorang Don Juan memperlakukan incarannya. Aliran bola dijalankan dengan mulus, statistik berpihak pada tim ini dan kemudian hasil akhir juga menjelaskan betapa memang alam raya ada di belakang kita.

Kemenangan itu memastikan keberhasilan Indonesia untuk memasuki putaran final Piala Asia U19 yang akan diselenggarakan di Myanmar tahun depan. Sekaligus sebuah pertanyaan sadis kepada orang banyak bahwa Korea Selatan si juara bertahan hanya masuk ke dalam kejuaraan dengan status runner-up grup terbaik dan berarti tidak ada apa-apanya di fase penyisihan.

Memang, ini bukan berarti kita langsung bisa mengklaim jadi yang terbaik, tapi setidaknya untuk satu malam dan periode-periode dekat-dekat ini, kebanggaan itu bisa disematkan.

Kebanggaan itu mahal. Tell me about it. Buat saya di dalam diri sendiri, mendukung Indonesia itu sama seperti mendukung Liverpool Football Club; kadang main bagus, kebanyakan main tidak bagus tapi masih perlu didukung sekuat tenaga.

Cara bermainnya pun mirip sekarang ini. Pelatih Indra Sjafri punya mesin tanggung di lini tengah, sesuatu yang membuat kita punya 9 nyawa di dalam sebuah pertandingan dalam diri Evan Dimas Darmono, Hargianto dan Zulfiandi. Liverpool pun kurang lebih seperti itu. Aliran bola yang cepat dan pendek juga berjenis sama. Tapi, ah sudahlah, kelasnya belum sama.

Kebanggaan itu yang menyemut di dalam diri saya. Mungkin juga anda. Mungkin juga banyak orang lain yang berbangsa Indonesia. Tim ini belum selesai ceritanya, masih panjang.

Pelatih Indra Sjafri bilang, bahwa berpikir tentang Piala Dunia U20 tahun 2015 di Selandia Baru bukanlah perbuatan yang haram. Tapi memang, ada bentangan jarak yang jauh dari sini menuju sana. Semuanya harus bekerja keras terlebih dulu.

Mari berbahagia sembari membiarkan pelatih hebat ini bekerja. Mungkin musim depan bisa lihat beberapa pemain main di liga dan mengembangkan kemampuannya. Dan mari sekali lagi menggunakan intuisi, feeling saya sih, cerita tim ini sama sekali belum selesai. (pelukislangit)

Rumah Depok – 14 Oktober 2013
17.46
Gambar diambil sembarangan dari Internet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s