Pre-Paid Taxi

Bertualang di India adalah tantangan tersendiri. Karakter orang-orangnya bisa jadi berbanding terbalik dengan orang Indonesia. Secara garis besar, orang India bisa masuk kategori super agresif.

Mereka paham sekali bahwa tanah mereka berhasil menarik perhatian banyak orang di dunia lewat kekayaan budaya.

Salah satu sisi jeleknya, mereka semacam sangat awas dengan turis. Turis seringkali diasosiasikan dengan uang berlimpah. Kalau biasa saja perlakukannya sih tidak masalah. Yang seringkali menjadi masalah itu adalah hasrat untuk secara sadar menipu turis demi uang.

Hal ini wajar terjadi di daerah wisata. Hal yang sama juga berlaku kok di sejumlah daerah wisata di Indonesia. Jangan terlalu heran.

Sebaliknya, untuk turis –apalagi mereka yang berbudget rendah— perlakukan model begini, seringkali membuat gerah. Karena yang diincar sudah barang tentu duit yang ada di balik kantong.

Titik yang seringkali menjadi ajang empuk untuk menipu turis adalah transportasi. Wajar, namanya pendatang asing. Sulit untuk bisa memahami naik apa kemana dan bagaimana mencari kendaraannya.

Ada satu sistem yang menurut saya sangat bagus di India, pre-paid taxi. Jadi, kalau ingin naik taksi, harus bayar di depan. Metode ini sama sekali tidak menggunakan argo.

P1040773 (Medium)

Cara kerja metode ini kurang lebih begini:

  1. Calon penumpang antri di loket pre-paid taxi
  2. Setelah tiba gilirannya, sang pejaga loket akan bertanya kemana tujuan yang akan dituju
  3. Lalu, ia juga akan bertanya berapa banyak bagasi yang dibawa
  4. Setelah selesai dengan pertanyaan, dia akan memberi tahu, berapa tarif taksi tersebut
  5. Setelah calon penumpang membayar, ia akan menyerahkan struk
  6. Dengan struk tersebut, calon penumpang langsung menuju ke antrian taksi
  7. Struk dipertunjukan kepada supir taksi, lalu taksi siap diberangkatkan

Kenapa metodenya bagus? Metode ini membuat para supir taksi sulit untuk mengakali calon penumpang.

Petugas di loket pre-paid taxi tidak punya kepentingan langsung dengan penumpang. Ia bahkan tidak tahu supir mana yang akan mengangkut si penumpang ini. Dan supir taksi juga tidak langsung bernegosiasi dengan penumpang untuk tarif yang harus dibayar.

Jadi secara sistem, mereka semua tidak tersambung.

Metode pre-paid taxi ini biasanya terdapat di bandara atau stasiun di kota besar. Bentuknya bisa bermacam-macam, belum tentu harus taksi dalam wujud yang konvensional.

Misalnya saja di Delhi. Di Delhi, yang disebut taksi bentuknya bisa bermacam-macam. Di stasiun New Delhi, misalnya. Di sana semua taksi adalah auto rickshaw. Kalau di sini bentuknya mirip bajaj. Sementara di bandaranya, yang namanya taksi adalah mobil. Bentuknya macam-macam, mulai dari mobil mirip Daihatsu Hijet, Toyota Starlet, atau bahkan Ambassador.

Tapi lain lagi di Kolkata. Di Kolkata, yang namanya pre-paid taxi adalah taksi Ambassador. Kebijakan ini bergantung lagi pada di mana negara bagian tempat kaki dipijakkan.

Keberadaan sistem ini jelas sangat membantu.

Karena sifat agresif yang luar biasa di atas rata-rata tadi, orang India di beberapa terminal masuk sebuah kota besar, biasanya akan sebisa mungkin meyakinkan turis untuk bisa ditipu.

Ini terjadi pada saya kemarin.

Suatu hari, saya mengambil perjalanan pulang hari ke Agra, kota di mana Taj Mahal berada. Berdasarkan riset yang sudah saya lakukan sebelumnya, kereta kembali dari Agra akan tiba sekitar pukul sebelas malam.

Setibanya di stasiun New Delhi, saya langsung bertanya kiri kanan di manakah letak loket pre-paid taxi. Tapi, entah mengapa tidak ada yang bisa menjawabnya dengan pasti.

Mungkin karena tampang saya cukup kebingungan, seorang bapak menghampiri. Dengan penuh percaya diri dia menawarkan jasa untuk menggunakan taksi gelapnya. Dia bilang, sudah tidak ada taksi lagi tengah malam.

Saya bertanya berapa uang yang saya harus keluarkan untuk menggunakan jasanya. Saya tahu bahwa untuk pre-paid taxi, uang yang harus saya keluarkan sekitar Rs.150. Ia bilang saya harus membayar Rs. 500 untuk jasanya. Gila!

Jurus paling ampuh untuk menolak orang adalah dengan berkata, “Maaf. Tapi saya tidak punya uang sebanyak itu untuk membayar kamu.”

Jurus itu berhasil dan saya menemukan loket pre-paid taxi pada akhirnya. Loketnya berada di luar stasiun. Jangan gampang menyerah.

Tapi, berurusan dengan pre-paid taxi ini cukup mudah kok. Jadi, jangan takut. Begitu sudah ada di dalam kendaraan, berarti permasalahan sudah selesai. Yang belum selesai mungkin adalah perjalanan menembus kemacetan suatu kota di India yang kadang-kadang bisa jadi permasalahan sendiri.

4 thoughts on “Pre-Paid Taxi

  1. mas… saya mau tanya donk…
    udah ke india kan 3 kali?? rekening koran nya minimal harus berapa tabungan nya???

  2. mas saya rencana ke agra lewat delhi sama seperti mas menurut mas budget dalam rupiah kira2 brp yg habis utk 3 hari aja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s