Bersahabat Baik Dengan Om Air Asia

Saya merasa perlu untuk menulis tentang Air Asia. Entah kenapa, kami sepertinya ditakdirkan oleh Tuhan untuk menjadi sahabat yang sangat baik. Cinta kami sangat tulus sehingga hubungan kami begitu mutual. Semuanya saling menguntungkan.

Haha.

Seperti sudah diketahui oleh dunia, hanya ada satu nama yang patut dicari kalau ingin berurusan dengan penerbangan budget di Asia Tenggara, Air Asia.

Beberapa tahun terakhir, perusahaan ini berhasil membangun image yang sangat bagus di seluruh penjuru dunia. Salah satu yang paling keren menurut saya adalah mensponsori English Premier League dan meraih gelar Official Low Cost Carrier untuk Manchester United.

Sekilas, strategi promosi penuh biaya besar itu memang tidak ada gunanya. Tapi, mereka bisa menancapkan brand image mereka dengan sangat baik di mata orang Eropa. Kalau orang-orang itu ingin bepergian di Asia Tenggara, sudah pasti situs pertama yang dicek adalah www.airasia.com.

Air Asia menghubungkan puluhan kota di Asia Tenggara.

Saya sendiri adalah sahabat baik Air Asia. Sekarang, saya ingin membagi kepada orang yang membaca blog ini, kenapa Air Asia perlu digauli dan bagaimana menggaulinya dengan baik agar keuntungan mutualnya sangat bisa dimaksimalkan.

Pertama-tama, banyak orang merasa bangga dan super antusias ketika mengetahui bahwa Air Asia melakukan big sale. Ratusan orang merasa perlu untuk mengabarkan teman mereka dan memasang status bahwa mereka akan pergi ke satu tempat dengan menggunakan fasilitas Air Asia.

Tidak ada yang salah dengan hal itu. Hanya saja, perlu didasari bahwa dengan membantu mereka menyebarluaskan berita itu, dengan sendirinya juga mengurangi kesempatan kita untuk mendapatkan tiket.

Terlebih, terlalu banyak orang yang mengetahui bahwa Air Asia melakukan big sale dari koran nasional model Kompas.

Padahal, bisa dipastikan ketika iklan di Kompas naik, tiket favorit pada waktu favorit dengan harga paling murah sesuai dengan iklan sudah habis terjual.

Seringkali proses yang membuat banyak orang kehilangan kesempatan adalah terlalu lama berunding dengan calon teman perjalanan mereka. Harga tiket bisa berubah dalam hitungan detik. Saya pernah kecolongan juga kok dulu.

Banyak orang juga lantas merasa kecewa. Menurut mereka, Air Asia berbohong. Padahal tidak juga. Air Asia adalah maskapai penerbangan paling fair yang pernah ada di muka bumi ini, menurut saya. Mereka bahkan bisa mengatur kursi pilihan, makanan yang dibeli di muka, sampai kelebihan bagasi yang bisa diprediksi. Semuanya ada harganya.

Saking baiknya, mereka bahkan memberikan tips dan trik bagaimana mendapatkan tiket murah pada sebuah periode promosi secara vulgar. Semua orang bisa membaca tips dan trik itu.

AirAsia1

Permasalahannya, banyak orang merasa tidak perlu untuk berpikir dengan pola pikir si Air Asia. Untuk bisa mendayagunakan tawaran Air Asia dengan benar-benar maksimal, kamu harus berpikir dengan cara mereka.

Beruntunglah saya karena punya satu ras yang sama dengan si pemilik Air Asia. Bangsa India, terkenal dengan kecerdikannya memerlakukan sebuah persoalan.

Kalau ada yang bertanya dari mana untungnya Air Asia, jawabannya sederhana. Mereka bisa memaksimalkan pendapatan dengan kebijakan mereka yang sangat keras dan minim kompromi. Semua aturan dibuat secara tertulis dan tidak menyisakan celah sama sekali untuk keluhan penumpang.

Rumus pertama untuk berurusan dengan Air Asia, silakan teliti. Baca semua klausul penjualan tiket. Memang melelahkan pada awalnya, tapi kalau semuanya diganjar dengan kesempatan untuk terbang murah kemanapun, sebanding dong?

Prinsip mereka, semua titik harus bisa jadi pemasukkan.

Ah, banyak teori saya jadinya lama-lama. Biasanya, ini trik standar yang diberitahukan oleh Air Asia:

1. Waktu terbaik mendapatkan tiket adalah pukul 3-7 pagi.

2. Hindari terbang pada saat libur panjang atau akhir pekan.

3. Pilih kota-kota alternatif untuk perjalanan anda.

4. Pilih penerbangan pagi atau malam hari.

Ini pembahasannya:

Pembukaan tiket murah dibuka pada tepat tengah malam pukul 12.00. Itu juga diawali oleh pembeli-pembeli di Malaysia yang waktunya lebih cepat satu jam. Jadi, sekitaran pukul segitu, sudah pasti situs Air Asia akan dibanjiri pengunjung. Tidak ada gunanya mengantri di waktu itu.

Lebih baik menunggu sebentar dengan tidur dan kemudian bangun sekitar pukul tiga pagi. Kembali ke rumus, “Mau murah? Ya harus ada pengorbanan dong.”

Saya punya tiket ke Singapura dan Yogyakarta dengan harga yang fantastis lewat pengorbanan bangun dini hari ini.

1. Saya punya tiket sekali jalan untuk empat hari senin di bulan Maret 2010 ke Singapura, harganya Rp.0,00 alias gratis-tis-tis.

2. Saya punya tiket dua kali jalan ke Jogjakarta di bulan November dan Januari dengan masing-masing perjalanannya berharga Rp.12.000,00.

Haha.

Pilih waktu yang tepat. Untuk bepergian dengan fasilitas murah Air Asia, kamu sebaiknya menciptakan liburan kamu sendiri. Bukan mengikuti akhir pekan panjang atau hari libur nasional. Sudah pasti orang akan mengincar itu semuanya.

Bukannya tidak mungkin mendapatkan tiket untuk masa-masa itu, tapi peluangnya lebih kecil. Saya, contohnya, sampai hari tidak pernah mendapatkan tiket murah untuk tujuan Bali dari Jakarta pada saat akhir pekan panjang.

Penyebabnya ada dua; pertama kuota tiket murahnya memang sedikit –bukan tidak ada ya, hanya sedikit—. Kedua, ya si Air Asia tentunya ingin menangguk keuntungan sebesar-besarnya dong? Balik lagi ke rumus semua titik harus jadi pemasukkan.

Siapkan juga beberapa alternatif tanggal. Jadi ketika satu tanggal sudah kandas, ada cadangannya. Dengan demikian, proses berunding antara kamu dan teman-teman rombongan kamu tidak makan waktu lama.

Data-data juga harus disiapkan. Sampai hari ini, saya menyimpan dengan baik data-data teman-teman baik saya yang kira-kira bisa diajak jalan-jalan. Begitu juga sebaliknya.

Jadi ketika harus membagi proses pembelian tiket, tidak susah untuk mengumpulkan data-data mereka lagi. Semakin banyak orang yang ada di dalam rombongan, semakin ribet tentunya.

Sejauh ini, ‘prestasi’ saya adalah mengatur perjalanan murah untuk anak-anak Ballads of the Cliche. Total rombongannya sekitar dua belas sampai lima belas orang.

Lalu, pilih kota alternatif untuk perjalanan kamu. Misalnya kamu ingin pergi ke Bangkok. Penerbangan Jakarta-Bangkok hanya sehari sekali. Cuma kalo ingin sedikit capai dan tetap mendapatkan tiket murah, kamu bisa memilih Jakarta-Kuala Lumpur dulu, lalu lanjut lagi dengan Kuala Lumpur-Bangkok. Tujuan akhirnya tetap Bangkok kan?

Kenapa begitu? Air Asia terbang tujuh kali ke Kuala Lumpur dari Jakarta setiap harinya. Dari Kuala Lumpur ke Bangkok, kalau tidak salah juga ada sekitar tujuh kali penerbangan tiap harinya. Lebih besar dong peluang mendapatkan tiket murahnya ketimbang terbang langsung dari Jakarta yang hanya sehari sekali?

Ada satu contoh juga. Untuk bulan April 2010 mendatang, saya bersama beberapa teman memutuskan pergi ke Hongkong. Tapi, Hongkong adalah tujuan panas yang diburu ribuan orang yang antri di situs Air Asia. Saya dan teman-teman saya itu akhirnya memilih untuk masuk ke Hongkong lewat Macau yang hanya berjarak empat puluh lima menit menggunakan kapal feri. Intinya sama, tetap pergi ke Hongkong kan?

Lalu bulan Oktober nanti, saya juga menggunakan metode yang sama untuk pergi ke Bali. Saya terbang ke Bali bukan dari Jakarta, tapi dari Bandung. Bandung masih bisa dijangkau dengan perjalanan darat dari Jakarta selama dua atau tiga jam, bukan?

Ribet ya kedengarannya? Tapi, bandingkan dengan fakta ini:

1. Jakarta-Kuala Lumpur-Macau PP = Rp.650.000,00

2. Jakarta-Bangkok PP = Rp.365.000,00

3. Bandung-Denpasar PP = Rp.155.000,00

Semuanya cukup masuk akal untuk dibela dong?

Saya sampai hari ini berlangganan newsletter Air Asia di tiga negara; Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Jadi, saya selalu tahu ada promo apa di tiga negara itu.

Yang saya belum punya adalah kartu kredit Air Asia HSBC. Dengan kartu tersebut, si pemegang kartu bisa mengakses promo Air Asia sehari lebih awal.

Oh saya lupa, waspaladah sekitar bulan Februari dan Oktober. Biasanya sale gila ada di bulan itu. Tapi tahun ini sudah keluar program sale beberapa hari yang lalu. Kecil peluang sepertinya ada sale lagi di bulan Oktober nanti.

Lalu, jaringan Air Asia yang menggurita di Asia Tenggara ini juga semacam menjadi pintu untuk bisa berkeliling dunia.

Perjalanan saya ke India bulan depan, misalnya. Saya membeli tiket Jakarta-Bangkok terlebih dulu untuk kemudian mencari tiket Bangkok-Delhi secara terpisah. Penghematan budgetnya luar biasa hebat.

Jadi, misalnya kamu ingin pergi ke Jepang atau Eropa, bisa juga menggunakan Air Asia ke Singapura, Kuala Lumpur, dan Bangkok untuk kemudian menyambung dengan penerbangan jauh ke tempat-tempat itu.

Lumayan loh hematnya, kalo dipikir-pikir bisa sekitar US$ 100. Kalau kamu bermasalah dengan budget, angka segitu layak untuk dibela dong.

AirAsia2

Sekali lagi, semua penjabaran panjang lebar ini harus dibalikkan lagi dengan paham, “Ada harga, ada barang.” Kalau mau enak, ya bayar lebih mahal. Jangan sudah dikasih kesempatan murah, banyak maunya.

Si Om Air Asia ini juga banyak jeleknya kok. Salah satu kejelekannya adalah tidak bisa diandalkan untuk mengejarkan ketepatan waktu. Kalau punya urusan mendadak, sangat tidak disarankan terbang menggunakan Air Asia.

Saya pernah sedikit ‘panas’ sama sejumlah orang dalam penerbangan pulang dari Bangkok menuju Jakarta bulan September lalu.

Ada seorang bapak yang maunya banyak, padahal dia membayar murah. Masa sih, di penerbangan budget yang bayarnya murah, masih merasa punya hak untuk banyak tuntutan? Kalau tidak salah, masalahnya gara-gara rebutan kursi.

Air Asia itu pintar. Kalau mau terbang dan duduk dekat dengan anggota rombongan kita, ya beli dong fasilitas pilih kursi. Yang satu rencana perjalanan saja bisa jadi terbagi-bagi kok duduknya. Itu dia tujuan mereka menjual kursi sesuai dengan pesanan.

Waktu itu, saya sedikit berteriak dari belakang. Untung wajah saya yang brewokan dan terlihat tua ini mendukung aksi itu. Haha.

Hmm.. Sudah terlalu panjang nih. Semoga mendapatkan tips dan trik yang konkrit bagaimana bergelut dengan Air Asia selepas membaca tulisan ini.

Saya sih cinta mati sama si Om.

Felix Dass

16 Agustus 2009

Rumah Depok, 2.06.

12 thoughts on “Bersahabat Baik Dengan Om Air Asia

  1. yah setidaknya ini jadi salah satu alasan kenapa kita gak bisa memutuskan hubungan bilateral sama malingsia….
    emang berguna sih…
    ke london juga murah lo, mas felix! (visanya yang susah, duh -_-‘)

  2. Hahaha. The hell with Malingsia. Salah besar kalo dibawa-bawa mah. Cuma beberapa orang Malaysia aja yang brengsek. Sama misalnya dengan beberapa orang Indonesia.

    Yang penting kan, banyak gunanya jasa si Om ini?

    Iyah, ke UK susah ya visanya. Gila. Gue udah ngiler banget pengen ke sana cepet-cepet.

  3. Bgaimana kalo q ga pny kredt card..ju2r q ank desa. Tp q pngn bgt naek peswt yg murh by si om nie. Dr surbya k jakrta. Bls y

  4. tiket air asia emang murah, tapi untuk masalah safety tetep nomer satu.. lha wong tiket murahnya kan adanya untuk penerbangan beberapa bulan kemudian, meskipun murah tapi kan uangnya bisa dibungakan oleh air asia jadi kalo diitung2 ya jatuhnya sama dengan yang beli tiket deket2 hari dengan harga yang mahal..

    saya sendiri masih punya beberapa tiket Yogyakarta-Jakarta PP dengan harga 12rb (hanya untuk asuransi doang), sama Surabaya-Jakarta PP 138rb untuk bulan januari dan februari.. xixixixiixiii…

    @ami: yang nggak punya kredit card bisa pergi ke travel agent, hanya saja biasanya menambah biaya 25rb karena memang air asia tidak memberi komisi kepada travel agent. bisa dibilang hubungan air asia dengan travel agent ini kurang bagus.. nah coba aja cek harganya dulu di situsnya air asia, kalo cocok segera ke travel agent terdekat..

  5. Setuju Felix… Thx atas tulisannya, memberi pencerahan. Pas hari pertama dibukanya promo kursi gratis (11 November) saya dpt cerita dr temen2 kalo situsnya udh susah dibuka atau lelet bgt. Tapi pas jam 2-3an dinihari -saya kebetulan msh di ktr krn deadline- iseng2 saya masuk ke situsnya, eh trnyt lancar tuh… langsung saya browsing dan akhirnya saya book 2 tiket utk bulan September dan Oktober. Utk yg Oktober saya dpt kursi Rp 0 return ke Vietnam, plus tax jd Rp 289.000 Jkt-Ho Chi Minh City-Jkt. Gila juga ya ga nyampe 300 ribu utk nyampe Vietnam. Pdhl naik taxi dari kota wisata sampe pondok indah plus tol nyampe 150 ribu lho… pp kan jd 300 ribu tuh… Yg bln September saya hanya dpt Rp 0 utk ke Bangkok one way. Bkk-Jkt di tgl yg saya pilih udh ga ada Rp 0, plg murah Rp 351.000, stlh tax Jkt-Bangkok return jd Rp 675.000 akhirnya saya ambil juga. Setelah itu saya pulang ke rumah, bangun tidur jam 7an saya iseng masuk situs AA lagi. And u know what? I ended up booked a flight to Phuket on July! Jadi saya dpt kursi yg Rp 0 return untuk ke Phuket di bln Juli, setelah ditambah tax dll jd Rp 324.000 Jkt-Phuket-Jkt. It’s still cheap, isn’t it? Sebenernya byk tiket gratis di bln Agustus-awal September, tp saya ga bisa pergi karena pas bulan puasa. Saya harus inget2 terus tuh kalo 10-11 september itu Lebaran dan sebulan sblmnya brarti puasa😀 Tapi emang seperti kamu bilang jangan kelamaan mikir, yg ada tiket gratisnya udh disamber orang. Saya liat ke Spore pp udh ga ada yg gratis. Ke Malaysia yg ke KL pun udh ga ada. Tapi saya lihat utk ke Johor Bahru (yg brarti deket bgt ke Spore kan?) msh byk tiket gratis. Setelah ditambah tax pun HANYA RP 85.000 saja utk ke Malaysia (Johor) sekali jalan. PP berarti hanya Rp 170.000, murah bangetz kan? Ceritanya saya mo ajak ibu saya ke Malaysia-Spore, tp ibu saya kan blom punya paspor, nanti ngisi datanya gimana? Lagian saya blom tanya jadwal beliau utk bln apa yg bisa. Kalo data KTP sih bisa saya liat di account saya di AA -dulu saya pernah pesanin tiket utk keluarga saat rame2 pergi ke Medan- tapi utk data paspor gimana ya? temen saya bilang isian paspor ibu saya diisi saja dgn data paspor lama saya nanti bs diupdate yg penting KTP nya benar. Saya pikir boleh juga deh… saya browsing lagi. Itu udh hari Minggu 15 November, hari trakhir promo tiket gratis. Eh segitu banyak tiket gratis ke Johor Bahru yg tadinya ada dan saya catat tanggal2nya, ternyata udah ngilang semua! Yahhh… kelamaan mikir sih….😦 Sekalian tanya info donk… kira2 bulan apa lagi ya AA ada promo tiket gratis? Kira2 bakal ada ga di bln Februari, Maret atau April 2010? Untuk terbang di 6-11 bln berikutnya? Thx.

  6. sory.. saya juga berniat pergi ke hongkong bulan april 2010..tpi blm pasti perjalanannya.. bisa minta saran ga klo mau naik air asia gmn……
    kalau ke Macau terlebih dulu jadi repot ga yah?
    oia, klo boleh tau, ongkos kapal ferinya kira2 brp yah?
    thannnnkss🙂

  7. mas, lg ada promo murah ni ke Ldn, tp mengerikan ga ya? abis keamanannya msh kontroversi.
    yg deket2 aja msh blom bernyali pake AA, apalg long distance, meski kt nya pake (AA-X). A340-300.

  8. Pingback: Meninggalkan AirAsia Indonesia | Felix Dass and his journeys to see the world.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s