Bangun Pagi Bagian 899

Secangkir kopi diseduh pukul tujuh pagi. Kriyep-kriyep suasananya. Harus dihadapi, karena sesungguhnya hidup dimulai ketika langit masih pagi. Banyak yang bergegas. Petualangan mencari dimulai. Di dalam kasus domestik ini, membaca di pagi hari menjadi tantangan setelah sebelumnya bicara pada diri sendiri bahwa menjauhkan diri dari suplemen-suplemen digital adalah sebuah keharusan. Untuk sementara. Jadi, inilah bangun…

Sama-Sama Suka (What’s the Story) Morning Glory?

“All your dreams are made When you’re chained to the mirror on your razor blade Today’s the day that all the world will see…” (Oasis – Morning Glory) Sebuah album bagus, memang ditakdirkan untuk hidup selama-lamanya. Kalau di ranah pribadi, (What’s the Story) Morning Glory?-nya Oasis, masuk daftar itu. Album yang nomor satu malah. Di…

Ide

Yang diwariskan oleh sebuah pengalaman adalah percikan provokasi untuk membuat satu kenyataan baru. Seru rasanya bisa menemukan hal-hal seperti itu sepanjang perjalanan jauh dari tanah tempat tinggal. Setidaknya ada tiga pecahan yang berhasil dikumpulkan oleh kepala sepanjang dua minggu terakhir ini. Semuanya nampak seru, tapi memang ada satu yang lebih tajam ketimbang lainnya. Akhirnya, tersusunlah…

Perpisahan

Yang namanya perjumpaan, pasti ditutup dengan perpisahan. Begitupula dengan kota yang ditopang oleh danau besar ini. Ia begitu setia menyapa pagi dengan pemandangan indahnya, tulus tanpa keinginan apa-apa. Pasrah. Pun sama ketika malam merenggut cerahnya. Atau hujan menganggu dengan tinggalan basahnya. Ia, pasrah. Kota ini kini punya status pergi untuk kembali. Ketika ingin lebih lambat…

Jejak Homicide

Durasi hidup, di dalam kasus Homicide, tidaklah panjang; 1994-2007. Buah karya pun tidak banyak. Belasan tahun yang mereka napasi, diisi dengan banyak kegiatan aktivisme yang seolah membuat musik menjadi tidak berada di garis depan. Musik jadi sekunder, isu jadi premier. Homicide, di umur pendeknya, secara gamblang memberikan contoh nyata bagaimana kolektif yang bersatu atas nama…

Didominasi

Menyaksikan matahari pergi dari sebuah ruang yang hangat itu, rasanya mewah sekali. Ia tidak mahal, tapi mewah. Bisa jadi karena tidak muncul tiap hari. Suhu udara jatuh semakin dalam, ia menantang manusia-manusia yang coba bertahan melawannya jam demi jam. Di beberapa bagian, ia nampak begitu seksi. Sendi-sendi kaki telah bekerja begitu keras beberapa hari belakangan,…

1996

*) Untuk Oscar Adhipoernomo Pengalaman pertama, katanya begitu membekas. Ia tinggal untuk waktu yang lama, bahkan permanen. Katanya juga, dibawa mati. Orang itu menghadirkannya. Di 1996. Kami pergi ke stadion, dengan tiket gratisan yang didapatnya. Masuk, di blok paling mahal, menyaksikan banyak pemain bintang berlaga. Nama-nama yang tadinya seliweran di depan mata, kini bisa diihat…

Pancing

Semuanya memang tentang pilihan. Yang didukung oleh selera yang dibentuk oleh perjalanan pengalaman. Ada sedikit campur tangan tanggung jawab di dalamnya. Jadilah siapa yang kamu hidupi hari ini. Mengobrol, selalu jadi hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Kata Pramoedya Ananta Toer di Bukan Pasar Malam, begini: “Mengobrol adalah suatu pekerjaan yang tak membosankan, menyenangkan dan biasanya…

Batas Kota yang Berganti

Rasanya, tiada yang bisa mencuri momen dari genggaman yang ada di kepalan. Batas kota jadi saksi, ia berganti seiring majunya perjalanan. Satu demi satu bergiliran masuk mengisi cerita. Semua punya kemolekannya tersendiri. Ada ruang untuk diisi dengan gerutuan. Sebab mataharinya sama, tapi hasil prosesnya berbeda. Kenapa, kenapa dan kenapa? Seandainya kontrol juga ada di kepalan,…

Pagi (Lagi)

Tidak ada yang lebih menyenangkan ketimbang bangun pagi dengan energi yang terisi nyaris penuh setelah berjuang beberapa hari menyesuaikan diri dengan putaran waktu yang tidak familiar. Pagi, sekali lagi ada di sini. Tidak ada lagi mata memicing menatap tuan matahari yang memang punya kuasa penuh akan kehidupan. Tidak ada pertanyaan dasar, “Aduh, kapankah ini berakhir?”…

Bangun

Kota dibangun oleh orang-orang biasa, mereka yang percaya bahwa bir bisa menyelesaikan banyak persoalan. Jalan-jalannya jadi saksi, ada tawa yang terbengkalai, yang cepat terlupa. Ruas yang sama juga menjadi penanda bahwa perayaan hidup berjalan dengan normal. Hembusan udara yang menusuk seolah berperan menjustifikasi pertanyaan tentang apakah ini sudut perempatan yang harus dipilih untuk mencari jalan…

Langit

Pertanyaan yang pertama kali muncul, tanpa urutan produksi yang jelas, adalah kenapa ia gelap? Seperti gemuruh, ia menggulung dan menggunung. Jelas, banyak yang tidak sepakat atas wajah yang ia tampilkan. Tidak apa punya muka yang muram, bukan? Sesekali. Toh, ia tetap bergulir. Hanya tidak enak dilihat, tapi bukan berarti tidak enak untuk dijalani. Kosmopolitan itu…