Kembali ke AirAsia Indonesia

Rasanya belum lama pergi. Tapi alam raya dan segala tindak-tanduknya membawa saya kembali ke sebuah tempat yang ternyata tidak bisa dilupakan dengan mudah. Tempat itu bernama AirAsia Indonesia. Kalau kelewatan, AirAsia Indonesia itu adalah tempat saya berkarya sepanjang Mei 2010 – April 2015. Ceritanya bisa dicek di sini. Saya pergi karena kehabisan bensin, kehilangan tantangan…

Jumpa Lagi dengan Dewa19

Saya dibesarkan oleh Dewa19. Album Format Masa Depan, merupakan album penuh pertama yang saya beli dengan uang sendiri. Itu terjadi tahun 1994. Yang namanya rekaman pertama, pasti tidak pernah bisa dilupakan. Ia menempel di memori. Sampai hari ini, dua puluh tiga tahun kemudian, rasanya saya memiliki lebih dari empat kopi Format Masa Depan-nya Dewa19. Album…

Merdeka

Video ini mungkin bisa jadi awalan yang menjelaskan: Penyanyinya adalah Navicula, salah satu band senior dari scene independen Bali. Lagu ini berjudul Merdeka dan diambil dari kantong album terbaru mereka, Tatap Muka, yang dirilis dalam bentuk dvd beberapa bulan yang lalu. Liriknya begini: “Senang rasanya bila saatnya nanti Aku tak hanya sebatas mandiri saja Mungkin…

Untuk Ibu Irma dari Kolese Gonzaga

Teman-teman dan sejumlah cerita terbaik saya, kebanyakan berasal dari fase Kolese Gonzaga. Ia berlangsung antara 1998-2001. Menjelang dua puluh tahun berlalu, masih banyak yang bisa dikenang. Salah satunya adalah Ibu Irma Yanthi dan pelajaran Bahasa Indonesia yang ia asuh. Ide untuk menulis tulisan ini muncul ketika saya membonceng motor Raymundus Gifford –atau GP, panggilan akrabnya—,…